Fitur Baru LinkedIn Bantu Deteksi Profil dan Riwayat Kerja Palsu

Update Fitur LinkedlnPerkembangan AI memang membuat banyak hal menjadi lebih mudah, termasuk membuat akun dan identitas palsu. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari manipulasi online hingga penipuan.

Baca Juga : LinkedIn Resmi Hadirkan Fitur Lapor Konten AI Spam

Melihat masalah tersebut, LinkedIn mengumumkan sejumlah fitur baru yang dirancang untuk membantu mengatasi akun palsu sekaligus memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna dan perusahaan dalam mengelola identitas mereka di platform.

Melalui fitur terbaru ini, LinkedIn memungkinkan pengguna untuk memvalidasi pengalaman kerja pengguna lain. Perusahaan juga mendapatkan kontrol tambahan untuk mengelola siapa saja yang dapat mengaitkan dirinya dengan sebuah brand atau halaman perusahaan.

Langkah ini hadir ketika masalah impersonasi atau penyamaran identitas semakin banyak terjadi di internet, bukan hanya di LinkedIn. Namun, bagi platform profesional seperti LinkedIn, persoalan ini menjadi semakin penting karena profil pengguna biasanya mencantumkan pengalaman kerja, jabatan, sertifikasi, pendidikan, hingga gelar dari universitas.

Informasi tersebut tentu bisa membuka peluang karier. Masalahnya, kesempatan tersebut seharusnya diperoleh berdasarkan pengalaman dan kualifikasi yang memang dimiliki, bukan dari informasi yang dibuat-buat atau dipalsukan.

Wakil Presiden Produk LinkedIn, Oscar Rodriguez, mengatakan bahwa membuat kredibilitas palsu saat ini semakin murah dan mudah. Di sisi lain, menunjukkan kredibilitas yang benar justru menjadi semakin penting.

Pengguna Bisa Memvalidasi Pengalaman Rekan

Pengguna Bisa Memvalidasi Pengalaman Rekan

Salah satu fitur baru yang diperkenalkan LinkedIn memungkinkan pengguna untuk memvalidasi pengalaman rekan kerja atau teman kuliah, baik yang masih terhubung maupun yang pernah bekerja atau belajar bersama.

Fitur ini berbeda dengan endorsement. Jika endorsement digunakan untuk merekomendasikan kemampuan seseorang, fitur baru ini lebih ditujukan untuk memastikan bahwa pengalaman yang dicantumkan pada profil memang benar.

Sederhananya, pengguna dapat mengatakan, “Ya, saya memang pernah bekerja dengan orang ini pada periode tersebut.” Jadi, fitur ini bukan tentang apakah Anda menyukai orang tersebut atau tidak, melainkan untuk membantu memastikan pengalaman yang tercantum di profil.

LinkedIn juga memberikan sejumlah perlindungan untuk mencegah fitur tersebut disalahgunakan. Pengguna yang memberikan validasi harus memiliki profil yang sudah terverifikasi dan telah terhubung dengan orang yang divalidasi selama setidaknya satu tahun.

Selain itu, akun pengguna tersebut harus menggunakan autentikasi dua faktor (2FA). Langkah ini bertujuan mengurangi risiko akun diretas lalu digunakan untuk memberikan validasi palsu.

autentikasi dua faktor (2FA)

Perusahaan Bisa Menghapus Klaim Pekerjaan Palsu

Perusahaan Bisa Menghapus Klaim Pekerjaan Palsu

Fitur lainnya ditujukan kepada perusahaan. Sebelumnya sudah diuji coba bersama perekrut dan eksekutif, fitur ini memungkinkan perusahaan menghapus akun yang secara keliru mengaku bekerja di perusahaan tersebut.

Admin halaman perusahaan dapat menemukan profil yang membuat klaim pekerjaan palsu, kemudian menghapus keterkaitannya dengan halaman perusahaan secara manual.

LinkedIn juga sedang menguji pengaturan yang memungkinkan admin perusahaan meminta pengguna melakukan verifikasi tempat kerja ketika ingin mengaitkan profilnya dengan halaman perusahaan. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah verifikasi melalui alamat email kantor.

Namun, ketika sebuah perusahaan menghapus profil pengguna dari halaman mereka, profil LinkedIn pengguna tersebut tidak akan ikut berubah. Pengguna tetap memiliki kendali atas profilnya sendiri.

Bedanya, tautan yang mengarah ke halaman perusahaan tidak lagi dapat diklik dari profil tersebut dan pengalaman kerja yang terkait juga tidak akan ditampilkan sebagai pengalaman yang telah terverifikasi.

Menurut Rodriguez, informasi tersebut diharapkan dapat memberikan sinyal dan konteks tambahan kepada pengguna LinkedIn ketika menilai sebuah profil.

Identitas Terverifikasi Bisa Digunakan di Platform Lain

LinkedIn juga akan memperluas kerja sama dengan perusahaan lain agar pengguna dapat menampilkan identitas LinkedIn yang telah terverifikasi di luar platform.

Truecaller dan PeerSpot akan bergabung dengan mitra yang sudah ada, seperti Adobe dan UserTesting. Contohnya, pengguna Truecaller dapat menambahkan identitas LinkedIn yang telah diverifikasi sehingga informasi tersebut dapat ditampilkan kepada penerima ketika mereka melakukan panggilan.

Secara keseluruhan, fitur-fitur baru ini menjadi bagian dari upaya LinkedIn memperkuat sistem verifikasi identitas di platformnya. Hingga saat ini, fitur verifikasi LinkedIn telah digunakan untuk memverifikasi 115 juta pengguna dan lebih dari 700.000 perusahaan.

Baca Juga : Kreator Kini Lebih Mudah Laporkan Akun Palsu di Facebook

LinkedIn juga menyebutkan bahwa pengguna dengan profil terverifikasi mendapatkan manfaat dari sisi visibilitas. Menurut Rodriguez, profil yang telah diverifikasi rata-rata memperoleh 50% lebih banyak tampilan postingan dan 90% lebih banyak impresi dibandingkan profil yang belum terverifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

←