X Tingkatkan Dukungan untuk Kreator dengan Fitur Edit Video

Update Terbaru XPlatform media sosial X kembali menghadirkan pembaruan yang ditujukan untuk para kreator konten. Kali ini, perusahaan memperkenalkan serangkaian fitur baru untuk edit dan perekaman video yang diharapkan dapat mendorong pengguna menghasilkan konten orisinal, bukan sekadar mengunggah ulang atau mendaur ulang video yang sudah beredar di platform lain.

Baca Juga : X Resmi Hadirkan Lagi Voice Notes untuk Chat Pengguna

Langkah ini menjadi salah satu upaya X dalam membangun ekosistem kreator yang lebih sehat. Selain meningkatkan kualitas konten, fitur-fitur baru tersebut juga diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna sekaligus membuka peluang monetisasi yang lebih menarik bagi para kreator.

Fitur Edit Video Baru Hadir dengan Beragam Peningkatan

Melalui pembaruan terbaru, pengguna akan mendapatkan sejumlah kemampuan baru dalam editor video bawaan X. Beberapa di antaranya adalah fitur untuk menambahkan caption dalam berbagai bahasa sekaligus mengatur tampilan teks agar lebih menarik. Selain itu, tersedia pula fitur green screen yang dapat digunakan dengan foto dari galeri ponsel maupun unggahan lain yang ada di platform X.

Head of Product X, Nikita Bier, mengatakan bahwa menyediakan alat yang mendukung pembuatan konten asli menjadi salah satu prioritas utama perusahaan.

Menurutnya, editor video yang lebih fungsional diharapkan dapat membantu kreator menghasilkan video eksklusif yang benar-benar dibuat untuk X, bukan hanya salinan dari platform lain. Bier bahkan menyoroti bahwa masih banyak akun populer di X yang memperoleh perhatian dengan membagikan ulang konten milik orang lain, bahkan bertahun-tahun setelah video tersebut pertama kali viral.

Editor Video Saja Dinilai Belum Cukup

Meski demikian, menghadirkan editor video baru bukan berarti seluruh permasalahan selesai. Praktik mengunggah ulang konten telah lama menjadi jalan pintas untuk memperoleh tayangan tinggi di berbagai media sosial, terlebih ketika ada peluang mendapatkan pendapatan dari konten tersebut.

Agar ekosistem kreator benar-benar berkembang, X perlu memastikan bahwa kreator dapat menjangkau audiens yang luas dan aktif sehingga karya mereka memiliki peluang menghasilkan pendapatan secara konsisten. Hal ini menjadi tantangan karena platform lain seperti TikTok, Meta, dan YouTube telah lebih dulu memiliki sistem monetisasi yang matang serta dukungan kreator yang lebih lengkap.

Di sisi lain, X juga dinilai perlu memperkuat hubungan dengan komunitas kreator. Sebelumnya, Nikita Bier sempat menjadi sorotan setelah mengkritik jenis konten yang dibuat oleh salah satu kreator terbesar di YouTube, yaitu MrBeast.

Perlindungan Konten Masih Menjadi Tantangan

Selain menghadirkan fitur kreatif, X juga dinilai masih perlu meningkatkan perlindungan terhadap karya kreator. Saat ini, platform tersebut belum memiliki sistem bawaan yang memudahkan kreator melaporkan konten yang dicuri atau diunggah ulang tanpa izin.

Sebagai perbandingan, Meta telah menyediakan fitur yang memungkinkan pemilik konten asli membatasi visibilitas video hasil pencurian atau menambahkan atribusi agar tetap memperoleh manfaat monetisasi. Sementara itu, YouTube sejak lama menghadirkan berbagai alat untuk menemukan dan menghapus unggahan ulang yang tidak sah.

Masalah Bot Masih Menjadi Pekerjaan Rumah

Tantangan lain yang tidak kalah besar adalah keberadaan bot di platform X. Selain berpotensi mencuri konten, bot juga dapat meningkatkan jumlah tayangan secara tidak wajar sehingga memengaruhi kualitas interaksi di platform.

Pada April lalu, Bier mengungkapkan bahwa X mampu mengidentifikasi dan menangguhkan sekitar 208 bot setiap menit, dan jumlah tersebut terus meningkat. Sebelumnya, ia juga menyebut hampir setengah dari tim produk perusahaan difokuskan untuk mengembangkan berbagai fitur yang bertujuan mengurangi spam.

Bier menambahkan bahwa alasan pembaruan editor video bukan semata karena maraknya konten hasil daur ulang yang berdampak negatif terhadap pengalaman pengguna maupun bisnis perusahaan. Ia mengungkapkan bahwa unggahan yang berisi video kini menyumbang hampir setengah dari total impresi di X, sehingga pengembangan fitur video menjadi bagian penting dari strategi platform ke depan.

Perlu diketahui, X bukan satu-satunya media sosial yang menghadapi lonjakan spam dan bot di era kecerdasan buatan. Reddit baru-baru ini juga mulai menerapkan teknologi AI untuk mengatasi peningkatan spam yang dipicu perkembangan large language models (LLM). Bahkan, Digg sempat menutup aplikasinya pada awal tahun ini karena mengaku tidak mampu menghadapi besarnya volume spam yang muncul.

Baca Juga : Cara Buat Twitter Tracker Gratis: Pantau Aktivitas Akun Tertentu Realtime

Untuk tahap awal, fitur editor video dan perekam video terbaru ini mulai tersedia bagi pengguna aplikasi X di iOS, sementara versi Android masih dalam proses pengembangan ulang sebelum diluncurkan secara lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *