Google kembali menghadirkan inovasi di bidang kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan Nano Banana 2 Lite, model terbaru untuk menghasilkan gambar berbasis AI. Diperkenalkan pada Selasa (waktu setempat), versi terbaru ini diklaim menawarkan performa yang jauh lebih cepat sekaligus biaya penggunaan yang lebih murah dibandingkan pendahulunya.
Baca Juga : Google AI Mode Kini Bisa Bantu Cari Produk Tersedia di Sekitar
Kehadiran Nano Banana 2 Lite menjadi bagian dari upaya Google untuk memenuhi kebutuhan kreator, pengembang, hingga pelaku bisnis yang membutuhkan proses pembuatan gambar dalam jumlah besar dengan waktu yang singkat. Dengan peningkatan efisiensi ini, pengguna dapat menghasilkan konten visual lebih cepat tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.
Mampu Menghasilkan Gambar Hanya dalam 4 Detik
Salah satu keunggulan utama Nano Banana 2 Lite adalah tingkat latensi yang jauh lebih rendah. Google menyebut model ini mampu menghasilkan sebuah gambar hanya dalam waktu sekitar empat detik, sehingga sangat cocok digunakan untuk proses eksplorasi ide, pengujian berbagai konsep visual, maupun produksi gambar secara massal.
Selain cepat, biaya operasionalnya juga tergolong sangat ekonomis. Google menetapkan harga sekitar US$0,034 untuk setiap 1.000 gambar yang dihasilkan. Dengan biaya tersebut, Nano Banana 2 Lite menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin membuat maupun menyempurnakan konten visual dalam skala besar tanpa membebani anggaran.
Melanjutkan Evolusi Nano Banana

Peluncuran Nano Banana 2 Lite merupakan kelanjutan dari pengembangan seri Nano Banana yang telah diperkenalkan Google dalam beberapa tahap. Pada musim panas tahun lalu, Google lebih dulu merilis Nano Banana pertama yang ditenagai oleh Gemini 3.1 Flash.
Selanjutnya, pada Februari lalu, Google menghadirkan Nano Banana 2 yang membawa berbagai peningkatan, termasuk kemampuan menghasilkan gambar dengan kualitas visual yang lebih realistis. Untuk kebutuhan profesional yang lebih kompleks, Google juga menyediakan Nano Banana Pro, versi dengan performa lebih tinggi yang ditujukan bagi pengguna dengan kebutuhan tingkat lanjut.
Menurut Google, apabila Nano Banana 2 dirancang sebagai model serbaguna untuk berbagai jenis pekerjaan, maka Nano Banana 2 Lite lebih difokuskan pada alur kerja berkapasitas tinggi yang membutuhkan kecepatan dalam menghasilkan banyak gambar secara berurutan.
Fokus Mendukung Workflow Kreatif Berskala Besar
Kemampuan menghasilkan gambar dalam waktu singkat membuat Nano Banana 2 Lite dinilai cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembuatan materi promosi, konsep desain, ilustrasi produk, hingga konten pemasaran digital.
Google sendiri selama ini lebih sering memposisikan teknologi AI miliknya sebagai alat bantu yang dapat mempercepat proses kreatif, terutama dalam pembuatan materi iklan dan aset visual. Dengan demikian, proses produksi konten dapat berlangsung lebih efisien tanpa mengurangi fleksibilitas pengguna dalam melakukan berbagai revisi atau eksperimen desain.
Investasi AI Terus Berlanjut Meski Menuai Kritik
Di sisi lain, perkembangan teknologi pembuat gambar berbasis AI masih memunculkan berbagai perdebatan. Sebagian pihak mengkritik maraknya konten visual yang dihasilkan AI atau yang sering disebut sebagai AI slop. Meski demikian, perusahaan-perusahaan teknologi tetap menggelontorkan investasi besar untuk mengembangkan model AI yang mampu menghasilkan gambar maupun video secara otomatis.
Hubungan antara industri hiburan dan perusahaan AI juga semakin erat. Baru-baru ini, Google diketahui menjalin kerja sama senilai US$75 juta dengan studio film independen A24. Kolaborasi tersebut sempat memicu kritik dari sebagian penggemar dan komunitas kreatif yang masih memiliki kekhawatiran terhadap penggunaan AI dalam industri perfilman.
Sudah Tersedia di Berbagai Platform Google
Nano Banana 2 Lite kini sudah dapat digunakan melalui beberapa layanan Google, seperti Google AI Studio, Gemini API, serta Gemini Enterprise Agent Platform. Bersamaan dengan peluncuran ini, Google juga mengonfirmasi bahwa Nano Banana 2 Lite akan menggantikan Nano Banana generasi pertama yang kini dikategorikan sebagai model lama (legacy model).
Pada hari yang sama, Google juga mengumumkan ketersediaan lebih luas untuk Gemini Omni Flash, model yang sebelumnya diperkenalkan dalam ajang Google I/O awal tahun ini. Layanan tersebut dikenakan biaya sekitar US$0,10 per detik untuk keluaran video.
Tak hanya itu, Google turut memperkenalkan aplikasi demonstrasi terbaru bernama Omni Product Studio. Platform ini mampu mengubah gambar statis yang dihasilkan Omni menjadi video e-commerce bergaya sinematik, sehingga membuka peluang baru bagi pelaku bisnis dalam membuat materi promosi yang lebih menarik.
Baca Juga : Google Rilis Gemini 3.5 Flash dengan Fitur Computer Use untuk AI Agent
Melalui peluncuran kedua model tersebut, Google menegaskan bahwa proses membangun media generatif pada dasarnya merupakan rangkaian eksplorasi kreatif yang terus berkembang. Dengan menggabungkan kemampuan pembuatan gambar, video, hingga proses penyuntingan dalam satu ekosistem, Google berharap para pengembang dapat menghadirkan pengalaman multimedia yang lebih lengkap, cepat, dan efisien.


