WhatsApp kembali bikin gebrakan baru. Kali ini, platform chat populer ini sedang menguji layanan subscription premium yang konsepnya mirip dengan Instagram Plus atau Snapchat+. Lewat fitur ini, pengguna bisa berlangganan untuk mendapatkan berbagai opsi kustomisasi seperti ikon, tema, hingga nada dering yang lebih variatif.
Baca Juga : Meta Uji Coba Langganan Premium di Instagram, Facebook, dan WhatsApp
Menariknya, fitur yang ditawarkan dalam paket berbayar ini sebagian besar bersifat kosmetik. Artinya, pengguna tidak akan mendapatkan banyak tambahan fitur fungsional yang benar-benar mengubah cara kerja WhatsApp secara signifikan.
Uji Coba WhatsApp Plus Mulai Terlihat
Fitur yang disebut sebagai WhatsApp Plus ini sudah mulai terdeteksi oleh sejumlah pengguna, termasuk konsultan media sosial Matt Navarra. Bahkan, Meta sebagai perusahaan induk WhatsApp juga sudah mengonfirmasi bahwa fitur ini memang sedang dalam tahap pengujian.
Dalam pernyataannya, juru bicara Meta menjelaskan bahwa WhatsApp Plus dirancang sebagai opsi tambahan bagi pengguna yang ingin pengalaman chatting yang lebih personal dan terorganisir.
“WhatsApp sedang menguji subscription opsional bernama WhatsApp Plus, yang ditujukan untuk pengguna yang ingin lebih banyak cara dalam mengatur dan mempersonalisasi pengalaman mereka,” ujar pihak Meta.
Fitur premium yang diuji mencakup peningkatan jumlah chat yang bisa di-pin, custom list, tema chat baru, dan beberapa opsi tambahan lainnya. Saat ini, pengujian masih dilakukan dalam skala kecil untuk mengumpulkan feedback dari pengguna.
Berapa Harga Subscription Ini?
Meski belum diumumkan secara resmi, bocoran dari WABetaInfo menyebutkan bahwa harga langganan ini kemungkinan berada di kisaran:
- €2,49 per bulan di Eropa sekitar Rp50-60rb
- 229 PKR (sekitar $0,82) di Pakistan
Menariknya, WhatsApp juga dikabarkan akan memberikan uji coba gratis selama satu bulan sebelum pengguna memutuskan untuk berlangganan.
Fitur yang Ditawarkan, Apa Saja?
Secara garis besar, fitur WhatsApp Plus memang lebih fokus ke tampilan dan personalisasi. Beberapa di antaranya:
- Custom tema dan tampilan chat
- Nada dering dan notifikasi khusus
- Pin hingga 20 chat (dibandingkan versi gratis yang hanya 3 chat)
- Pengaturan tema berbeda untuk setiap chat list
Namun, ada satu hal yang cukup mencuri perhatian. WhatsApp tidak menyebutkan adanya fitur untuk menghapus iklan di Status, padahal fitur iklan ini sudah mulai diperkenalkan sejak tahun lalu.
Mengingat Kembali Model Bisnis WhatsApp
Jika melihat ke belakang, sebenarnya WhatsApp pernah menerapkan model berlangganan. Lebih dari satu dekade lalu, pengguna di beberapa wilayah dikenakan biaya sekitar $1 per tahun.
Namun, setelah diakuisisi oleh Facebook (sekarang Meta), biaya tersebut dihapus pada tahun 2016. Sejak saat itu, WhatsApp lebih fokus pada model bisnis berbasis layanan komunikasi untuk bisnis, termasuk fitur click-to-WhatsApp ads.
Strategi ini terbukti efektif. Dalam laporan keuangan kuartal keempat 2025, Meta menyebutkan bahwa pendapatan dari keluarga aplikasinya meningkat 54% secara tahunan menjadi $801 juta, yang sebagian besar didorong oleh layanan pesan berbayar di WhatsApp.
Bahkan, WhatsApp sendiri telah mencapai pendapatan tahunan lebih dari $2 miliar pada periode tersebut.
Masih Tahap Awal
Perlu dicatat, WhatsApp Plus saat ini masih dalam tahap uji coba terbatas. Artinya, hanya sebagian kecil dari total lebih dari 3 miliar pengguna WhatsApp di seluruh dunia yang bisa mencoba fitur ini.
Dengan cakupan yang masih terbatas, kehadiran subscription premium ini kemungkinan belum akan memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan Meta dalam waktu dekat.
Baca Juga : Enkripsi dan Dekripsi Cadangan WhatsApp untuk Mengamankan Backup Chat
Kesimpulan
Hadirnya WhatsApp Plus menandai langkah baru WhatsApp dalam mengeksplorasi model bisnis berbasis langganan. Meski fitur yang ditawarkan masih sebatas kosmetik, ini bisa jadi awal dari perubahan yang lebih besar di masa depan.
Buat kamu yang suka tampilan chat lebih personal dan rapi, fitur ini mungkin menarik untuk dicoba. Tapi kalau kamu lebih fokus ke fungsi utama chatting, versi gratis WhatsApp saat ini masih lebih dari cukup.


