Let’s Encrypt akan memangkas masa berlaku default sertifikat TLS dari 90 hari menjadi 64 hari mulai 10 Februari 2027. Perubahan ini membuat pengelola website memiliki waktu yang lebih singkat untuk memperbarui sertifikat sebelum masa berlakunya habis.
Baca Juga : Cara Cek Website Penipu dengan Mudah dan Cepat, Anti Ketipu Online!
Kebijakan tersebut berlaku untuk sertifikat yang diterbitkan atau diperbarui mulai tanggal tersebut. Meski begitu, pelanggan tetap bisa memilih profil sertifikat dengan masa berlaku lebih pendek, yakni 45 hari atau sekitar enam hari.
Let’s Encrypt Perpendek Masa Berlaku Sertifikat TLS
Dalam pengumuman yang diterbitkan pada 7 Oktober, Let’s Encrypt mengonfirmasi jadwal penerapan kebijakan baru tersebut. Sertifikat yang sudah diterbitkan sebelumnya tetap berlaku hingga tanggal kedaluwarsa normalnya dan tidak akan dicabut sebagai bagian dari transisi ini. Let’s Encrypt memperkirakan sertifikat terakhir dengan masa berlaku 90 hari akan kedaluwarsa pada 11 Mei 2027.
Pemangkasan masa berlaku ini bertujuan membatasi waktu sertifikat tetap dipercaya ketika kunci privat dicuri atau sertifikat diterbitkan secara tidak semestinya. Di sisi lain, perubahan tersebut membuat sistem pembaruan otomatis semakin penting, terutama bagi tim yang masih mengandalkan jadwal tetap atau proses manual.
Langkah ini juga menjadi bagian dari tren industri yang mengarah pada masa berlaku sertifikat TLS publik yang lebih singkat. Sebelumnya, CA/Browser Forum telah merencanakan pengurangan masa berlaku maksimum sertifikat menjadi 47 hari.
Let’s Encrypt bahkan memiliki jadwal lanjutan. Mulai 16 Februari 2028, masa berlaku default sertifikatnya akan dipangkas lagi menjadi 45 hari, sesuai peta jalan masa berlaku sertifikat yang telah diumumkan sebelumnya.
Persiapan Pembaruan Sertifikat Otomatis
Sebelum perubahan diterapkan pada sistem produksi, Let’s Encrypt akan mulai menerbitkan sertifikat dengan masa berlaku 64 hari di lingkungan staging pada 14 Oktober 2026. Administrator dapat memanfaatkan layanan pengujian ini untuk memastikan proses pembaruan berjalan dengan baik.
Perlu diketahui, sertifikat staging tidak dipercaya oleh browser sehingga tidak boleh digunakan untuk menggantikan sertifikat pada website aktif.
Untuk sistem otomatis, salah satu fitur penting yang perlu diperhatikan adalah ACME Renewal Information (ARI). ACME merupakan protokol yang digunakan untuk meminta dan memperbarui sertifikat secara otomatis. Sementara itu, ARI memungkinkan Let’s Encrypt memberi tahu klien yang mendukungnya kapan sertifikat sebaiknya diperbarui.
Administrator disarankan memeriksa dokumentasi klien yang digunakan untuk memastikan dukungan ARI tersedia. Jika fitur tersebut belum didukung, Let’s Encrypt merekomendasikan pembaruan saat masa berlaku sertifikat mencapai sekitar dua pertiga dari total durasinya.
Artinya, untuk sertifikat yang berlaku selama 64 hari, pembaruan sebaiknya dilakukan sekitar hari ke-43, bukan menunggu jadwal lama pada hari ke-60.
Selain itu, administrator perlu memeriksa cron job, wrapper script, dan runbook untuk menemukan angka yang ditetapkan secara manual, seperti 83, 80, atau 60. Nilai tersebut bisa menunjukkan aturan pembaruan yang masih dirancang untuk sertifikat dengan masa berlaku 90 hari.
Periode Penggunaan Ulang Otorisasi Ikut Dipangkas
Let’s Encrypt juga akan mengurangi periode penggunaan ulang otorisasi domain dari 30 hari menjadi 10 hari. Periode ini menentukan berapa lama hasil pemeriksaan penguasaan domain sebelumnya dapat digunakan untuk permintaan sertifikat berikutnya tanpa mengulang pemeriksaan.
Pada 2028, periode tersebut akan kembali dipangkas menjadi tujuh jam. Menurut Let’s Encrypt, perubahan ini mendukung aturan validasi mendatang sekaligus menghilangkan kebutuhan pemeriksaan ulang Certificate Authority Authorization (CAA) secara terpisah terhadap data validasi lama.
Sebagian besar pelanggan tidak perlu melakukan perubahan khusus, kecuali konfigurasi ACME mereka bergantung pada penggunaan ulang otorisasi. Batas permintaan atau rate limit juga tidak berubah akibat pemangkasan masa berlaku sertifikat. Endpoint ACME dan rantai penerbitan sertifikat tetap sama.
Apa yang Perlu Dilakukan Administrator?
Administrator sebaiknya menguji seluruh alur pengelolaan sertifikat, termasuk penerapan sertifikat baru dan pemuatan ulang layanan, bukan hanya memastikan proses pembaruan berhasil. Tim yang mengelola banyak website juga perlu memastikan sertifikat terbaru terpasang di setiap server dan sistem pemantauan memeriksa sertifikat yang benar-benar disajikan kepada pengguna.
Baca Juga : Brave Ungguli Chrome dengan Fitur Email Alias untuk Pengguna
Peringatan untuk pembaruan yang gagal dapat membantu mendeteksi masalah sebelum sertifikat kedaluwarsa. Dengan masa berlaku yang semakin pendek, prioritas utamanya adalah memastikan otomatisasi berjalan andal agar sertifikat TLS tetap aktif dan diperbarui tepat waktu.


