Anthropic memperkenalkan skill baru bernama /design untuk Claude Code yang membuat platform AI untuk developer ini semakin luas. Jika sebelumnya Claude Code lebih dikenal sebagai asisten untuk membantu menulis dan mengelola kode, kini pengguna juga bisa memanfaatkannya dalam proses desain antarmuka pengguna atau UI.
Baca Juga : Anthropic Perbarui Claude Voice Mode dengan Model AI yang Lebih Canggih
Fitur tersebut saat ini masih tersedia dalam tahap research preview. Kehadirannya membawa pengalaman berbasis artboard dari Claude Design ke Claude Code, baik melalui antarmuka command-line maupun aplikasi desktop.
Dengan kemampuan baru ini, developer dapat membuat artboard UI yang bisa diedit langsung dari sesi Claude Code. Jadi, pengguna tidak harus terus berpindah antara aplikasi desain, dokumen spesifikasi, dan lingkungan coding.
Claude Code can design now. The new /design skill (research preview) brings Claude Design’s artboard workflow into the CLI and Desktop, built on artifacts.
Run /design to get editable artboards for your UI — pick one, tweak it, then have Claude implement it. pic.twitter.com/uttl4F1G0e
— ClaudeDevs (@ClaudeDevs) August 17, 2026
Developer cukup meminta Claude membuat konsep antarmuka, memilih desain yang diinginkan, melakukan beberapa perubahan, lalu meminta Claude menerapkan desain tersebut ke dalam kode.
Anthropic Hadirkan Skill /design untuk Claude Code
Workflow baru ini berpotensi membuat tahap awal pengembangan produk menjadi lebih sederhana. Biasanya, keputusan desain harus melewati beberapa tools dan tim sebelum akhirnya diterjemahkan menjadi kode.
Sekarang, Claude Code dapat menjadi penghubung antara kebutuhan produk dalam bahasa natural, prototipe visual, dan pembuatan kode.
Sebagai contoh, developer yang sedang membuat dashboard operasi keamanan internal bisa memberikan beberapa kebutuhan seperti antrean peringatan, filter tingkat keparahan, timeline insiden, panel pencarian IOC, serta kolom catatan untuk analis.
Dengan skill /design, Claude dapat membuat beberapa pilihan layout dashboard dalam bentuk artboard yang bisa diedit. Developer kemudian dapat memilih struktur yang paling sesuai, mengubah bagian tertentu seperti prioritas alert atau kontras mode gelap, lalu meminta Claude menerapkan desain tersebut ke dalam aplikasi.
Kehadiran fitur ini cukup menarik karena membuat Claude Code tidak hanya berperan sebagai AI coding assistant. Saat ini, berbagai tool coding berbasis AI memang semakin mampu melakukan banyak hal, mulai dari memeriksa repository, mengubah file, menjalankan perintah, hingga membantu menemukan dan memperbaiki masalah pada software.
Dengan tambahan lapisan desain visual, proses tersebut bisa menjadi lebih lengkap karena tahap perencanaan, desain, coding, dan iterasi dapat dilakukan dalam satu workflow.
Meski begitu, developer tetap perlu melakukan pemeriksaan terhadap kode yang dihasilkan. Aksesibilitas, keamanan aplikasi, dan kualitas kode harus tetap diuji sebelum sebuah produk digunakan di lingkungan produksi.
Dari sisi cybersecurity, tim yang menggunakan AI untuk membantu membuat UI sebaiknya menganggap kode front-end hasil generasi AI sebagai kode yang belum terpercaya sampai selesai diperiksa.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain alur autentikasi, validasi input, potensi kebocoran data di sisi client, pengelolaan endpoint API, perubahan dependency, serta praktik pengelolaan secret.
Prototipe visual juga bisa tanpa sengaja menampilkan pola yang kurang aman. Misalnya, menampilkan identifier sensitif, pesan error yang terlalu detail, atau data operasional tanpa kontrol akses yang sesuai.
Menurut unggahan ClaudeDevs di X, fitur /design tersedia untuk pelanggan Claude Pro, Max, Team, dan Enterprise. Pengguna mungkin perlu memperbarui Claude Code terlebih dahulu untuk mendapatkan akses ke fitur tersebut.
Secara keseluruhan, kehadiran /design menunjukkan arah pengembangan lingkungan AI yang semakin terintegrasi. Bukan hanya membantu coding, Claude Code kini mulai menggabungkan proses planning, design, coding, dan iteration dalam satu alur kerja.
Baca Juga : ChatGPT Kini Hadirkan Chat Teks Tanpa Batas untuk Pengguna Gratis
Bagi tim engineering, seberapa besar manfaat fitur ini nantinya akan bergantung pada kemampuan artboard untuk tetap mudah diedit, kesesuaiannya dengan kebutuhan produk, serta seberapa baik desain tersebut dapat diterjemahkan menjadi kode yang rapi, aman, dan mudah dipelihara.


