Microsoft kembali menghadirkan pembaruan penting yang cukup menarik perhatian, khususnya bagi pengguna enterprise. Kali ini, perusahaan tersebut resmi merilis pengaturan Group Policy baru yang memungkinkan administrator IT untuk menghapus aplikasi Microsoft Copilot di Windows 11 secara diam-diam (silent uninstall) pada perangkat yang dikelola.
Baca Juga : Gangguan Jaringan Microsoft 365 Ganggu Exchange Online dan Teams
Langkah ini bukan tanpa alasan. Microsoft terlihat mulai mengarah pada pendekatan baru, yaitu mengurangi aplikasi AI bawaan yang dianggap “berlebihan” (AI bloat), sekaligus memberikan fleksibilitas lebih bagi perusahaan dalam menentukan tools yang benar-benar mereka butuhkan.
Update Resmi Hadir di Patch April 2026
Kebijakan baru ini diberi nama RemoveMicrosoftCopilotApp dan mulai tersedia secara luas sejak 14 April 2026, bersamaan dengan update keamanan bulanan Patch Tuesday.
Fitur ini sudah termasuk dalam Windows 11 versi 25H2 melalui pembaruan KB5083769 dan versi setelahnya. Administrator bisa mengaksesnya baik melalui Policy CSP maupun Group Policy Object (GPO) seperti biasa.
Dengan kata lain, implementasinya tetap familiar bagi tim IT yang sudah terbiasa mengelola kebijakan di lingkungan Windows.
Cara Kerja Group Policy Hapus Copilot
Melalui kebijakan ini, tim IT mendapatkan cara yang lebih terarah dan tidak mengganggu untuk menghapus aplikasi Copilot versi konsumen dari perangkat perusahaan.
Pengaturannya cukup sederhana:
- Set nilai 1 untuk menghapus aplikasi Copilot
- Set nilai 0 untuk menonaktifkan kebijakan
Model ini menggunakan sistem integer yang konsisten dengan framework kebijakan Windows pada umumnya, sehingga tidak memerlukan penyesuaian khusus.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Kebijakan ini tidak akan langsung berjalan begitu saja. Ada tiga syarat utama yang harus terpenuhi secara bersamaan:
- Microsoft 365 Copilot sudah terpasang di perangkat yang sama
- Aplikasi Microsoft Copilot tidak diinstal secara manual oleh pengguna
- Aplikasi Copilot tidak digunakan dalam 28 hari terakhir
Kombinasi tiga kondisi ini berfungsi sebagai mekanisme pengaman, agar tidak mengganggu pengguna aktif yang masih menggunakan aplikasi Copilot secara mandiri. Jadi, pendekatannya lebih presisi, bukan sekadar “hapus paksa”.
Lokasi Pengaturan di Group Policy
Bagi yang ingin mencoba atau mengelola kebijakan ini, pengaturannya bisa ditemukan di:
User Configuration → Administrative Templates → Windows AI → Remove Microsoft Copilot App
Selain itu, kebijakan ini juga tersedia melalui jalur Policy CSP berikut:
./User/Vendor/MSFT/Policy/Config/WindowsAI/RemoveMicrosoftCopilotApp
Termasuk juga versi path untuk level perangkat (device-level).
Dukungan dan Batasan Penggunaan
Kebijakan ini berlaku untuk berbagai edisi Windows 11, mulai dari:
- Pro
- Enterprise
- Education
- IoT Enterprise
Artinya, hampir seluruh lingkungan organisasi yang menggunakan Windows 11 bisa memanfaatkan fitur ini.
permanen. Pengguna tetap bisa menginstal ulang aplikasi Copilot melalui Microsoft Store jika diinginkan.
Kalau perusahaan ingin mencegah instalasi ulang, administrator perlu mengombinasikannya dengan tools tambahan seperti:
- AppLocker
- Windows Defender Application Control (WDAC)
- Intune uninstall profiles
Bagian dari Strategi Baru Microsoft
Rilis kebijakan ini juga menjadi bagian dari tren yang lebih besar. Microsoft mulai melakukan “unbundling” atau pemisahan fitur AI dari komponen inti Windows, setelah banyak masukan dari perusahaan terkait integrasi AI yang dianggap terlalu memaksa.
Dengan adanya opsi ini, Microsoft ingin mengarahkan penggunaan AI di lingkungan enterprise agar lebih terfokus, khususnya melalui Microsoft 365 Copilot sebagai asisten AI utama yang resmi digunakan di perusahaan.
Pendekatan ini memberikan dua keuntungan sekaligus:
kontrol lebih besar bagi tim IT, dan pengalaman penggunaan yang lebih relevan bagi organisasi.
Baca Juga : Celah RPC Windows Bisa Tingkatkan Hak Akses di Semua Versi
Dengan hadirnya kebijakan ini, perusahaan kini punya kendali lebih dalam mengelola fitur AI di Windows 11. Jadi, bukan hanya soal teknologi canggih, tapi juga soal bagaimana teknologi tersebut bisa benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis.


