TikTok kembali menghadirkan inovasi di platformnya, khususnya dalam hal periklanan. Pada Selasa lalu, TikTok mengumumkan sejumlah format iklan baru yang dirancang untuk memberikan jangkauan lebih luas bagi brand. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah format iklan yang menampilkan logo brand berdampingan dengan logo TikTok saat aplikasi pertama kali dibuka.
Baca Juga : Resmi! ChatGPT Mulai Hadirkan Iklan

Format baru ini disebut “Logo Takeover”, yang memungkinkan perusahaan melakukan co-branding langsung di halaman awal aplikasi. Artinya, sejak detik pertama pengguna membuka TikTok, mereka sudah disuguhi identitas brand tertentu. Menurut TikTok, pendekatan ini mampu meningkatkan perhatian pengguna sekaligus memperkuat kesan kredibilitas dan relevansi budaya dari brand yang beriklan.
Selain itu, TikTok juga memperkenalkan format “Prime Time”. Sesuai namanya, format ini memungkinkan brand menayangkan serangkaian iklan pada waktu-waktu tertentu, seperti saat event live atau momen dengan tingkat engagement tinggi. Menariknya, dalam satu periode 15 menit, pengguna bisa melihat tiga iklan berurutan dari brand yang sama. Tujuannya adalah agar brand dapat menyampaikan cerita secara berkelanjutan dalam waktu singkat.

Tidak berhenti di situ, ada juga format “Top Reach” yang menggabungkan dua penempatan iklan populer TikTok, yaitu TopView dan TopFeed. TopView adalah iklan pertama yang muncul saat aplikasi dibuka, sementara TopFeed merupakan iklan pertama yang muncul di halaman For You. Dengan mengombinasikan keduanya, TikTok mengklaim brand bisa menjangkau lebih banyak pengguna dalam satu hari melalui penempatan yang sangat terlihat.
Meski TikTok menyebut inovasi ini sebagai cara untuk memaksimalkan jangkauan, tidak sedikit yang menilai format baru ini berpotensi lebih mengganggu dibanding sebelumnya. Bayangkan saja, baru membuka aplikasi sudah langsung melihat iklan, lalu dalam waktu 15 menit harus melihat tiga iklan dari brand yang sama. Bagi sebagian pengguna, pengalaman ini bisa terasa kurang nyaman.
Namun, TikTok memiliki pandangan berbeda. Dalam pernyataan resminya, Khartoon Weiss selaku VP dan GM Global Business Solutions TikTok menjelaskan bahwa platform ini adalah tempat di mana orang mencari tren dan topik yang sedang ramai dibicarakan.
“Di TikTok, brand bukan mengganggu, tapi ikut bergabung dalam percakapan,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa keunikan TikTok terletak pada bagaimana iklan menyatu dengan konten yang sudah disukai pengguna, baik itu video kreator, hasil pencarian, maupun sesi live shopping.
Tak hanya itu, TikTok juga memperluas fitur TikTok Pulse dengan menghadirkan “Pulse Mentions”, yang memungkinkan brand tampil bersamaan dengan momen ketika pengguna sedang membicarakan topik terkait. Ada juga “Pulse Tastemakers”, fitur yang membantu brand berkolaborasi dengan kreator terpilih agar iklan terasa lebih relevan dan natural.
Baca Juga : OpenAI Rilis Sora App, Saingan Baru TikTok dengan Model Sora 2
Dengan berbagai pembaruan ini, jelas bahwa TikTok semakin serius mengembangkan ekosistem periklanannya. Tinggal bagaimana pengguna merespons—apakah merasa terganggu, atau justru melihatnya sebagai bagian dari pengalaman baru di platform.


