Meta Akan Hapus Permanen Enkripsi End-to-End di DM Instagram

Update InstagramMeta resmi mengonfirmasi bahwa mereka akan menghapus dukungan enkripsi end-to-end (E2EE) pada fitur pesan langsung atau Direct Message (DM) di Instagram. Kebijakan ini akan mulai berlaku setelah 8 Mei 2026, yang berarti fitur tersebut tidak lagi tersedia bagi pengguna setelah tanggal tersebut.

Baca Juga : 3 Cara Lihat Peta di Instagram dan Menonaktifkan Lokasi Kita

Pengumuman ini sebenarnya tidak disampaikan secara besar-besaran. Informasi tersebut muncul di halaman Instagram Help Center, namun dampaknya cukup besar karena menyangkut salah satu fitur privasi yang sebelumnya cukup digadang-gadang oleh Meta.

Keputusan ini juga dianggap sebagai perubahan arah dari komitmen Meta sebelumnya yang ingin menghadirkan layanan pesan dengan fokus privasi di berbagai platform miliknya.

Fitur Enkripsi Instagram

Fitur Enkripsi Instagram

Jika kamu belum pernah mendengar fitur ini, itu sebenarnya cukup wajar. Pasalnya, enkripsi end-to-end di Instagram memang tidak pernah diluncurkan secara luas.

Fitur tersebut pertama kali diuji coba pada tahun 2021, sebagai bagian dari visi CEO Meta, Mark Zuckerberg, yang ingin mengembangkan konsep privacy-focused social networking. Artinya, pengguna memiliki lebih banyak kontrol terhadap privasi komunikasi mereka.

Kemudian pada akhir 2023, fitur ini mulai dirilis secara resmi. Namun ada beberapa batasan penting:

  • Fitur tidak aktif secara default

  • Pengguna harus mengaktifkannya secara manual (opt-in)

  • Hanya tersedia di beberapa wilayah tertentu

Karena tidak tersedia secara global dan tidak aktif secara otomatis, jumlah pengguna yang memanfaatkan fitur ini ternyata sangat sedikit.

Seorang juru bicara Meta menyampaikan alasan utama di balik penghapusan fitur tersebut:

“Sangat sedikit orang yang memilih untuk menggunakan pesan DM dengan enkripsi end-to-end, sehingga kami akan menghapus opsi ini dari Instagram dalam beberapa bulan ke depan.”

Apa Itu Enkripsi End-to-End?

Sebagai gambaran, enkripsi end-to-end (E2EE) adalah sistem keamanan yang memastikan hanya dua pihak yang berkomunikasi yang dapat membaca isi pesan.

Dengan fitur ini:

  • Pesan tidak bisa dibaca oleh pihak ketiga

  • Pemerintah atau penegak hukum tidak dapat mengakses isi percakapan

  • Bahkan Meta sendiri tidak dapat melihat isi pesan tersebut

Selain pesan teks, perlindungan ini juga berlaku untuk panggilan suara maupun video yang dilakukan melalui fitur tersebut.

Namun setelah fitur E2EE dihapus, pesan Instagram akan kembali menggunakan format standar. Secara teknis, ini berarti Meta dapat mengakses pesan untuk keperluan tertentu seperti moderasi konten atau kebijakan internal platform.

Apa yang Terjadi dengan Chat yang Sudah Terenkripsi?

Bagi pengguna yang saat ini masih menggunakan chat terenkripsi, Instagram akan mengirimkan notifikasi di dalam aplikasi.

Notifikasi tersebut akan meminta pengguna untuk mengunduh pesan dan media yang pernah dibagikan sebelum batas waktu 8 Mei 2026.

Namun hingga saat ini, Meta belum menjelaskan secara rinci apakah:

  • chat terenkripsi akan dihapus permanen, atau

  • hanya dinonaktifkan setelah fitur tersebut dihentikan.

Hal ini tentu menimbulkan ketidakpastian bagi pengguna yang sebelumnya memanfaatkan fitur tersebut untuk komunikasi yang lebih sensitif.

Selain itu, pengguna yang masih menggunakan versi lama aplikasi Instagram kemungkinan perlu memperbarui aplikasi mereka agar dapat mengakses dan mengekspor chat sebelum dihapus.

Keputusan Ini Mendapat Kritik dari Komunitas Keamanan

Langkah Meta ini juga mendapat sorotan dari komunitas keamanan digital.

Matthew Green, seorang kriptografer sekaligus profesor di Johns Hopkins University, menilai keputusan ini sebagai sinyal bahwa Meta mulai mengubah sikapnya terhadap teknologi enkripsi.

Ia menyebut bahwa:

“Meta tampaknya sedang membalikkan sikap kuat mereka sebelumnya terkait enkripsi.”

Beberapa pengamat juga menilai waktu pengumuman ini cukup menarik. Pasalnya, industri teknologi saat ini sedang menghadapi tekanan regulasi yang semakin kuat, terutama terkait:

  • verifikasi usia pengguna

  • perlindungan anak di internet

Kondisi ini membuat banyak pihak mempertanyakan sejauh mana komitmen Meta terhadap perlindungan privasi pengguna.

WhatsApp Tetap Menggunakan Enkripsi Secara Default

Meski Instagram akan menghapus fitur tersebut, Meta tetap menyarankan pengguna yang membutuhkan komunikasi lebih privat untuk menggunakan WhatsApp.

Berbeda dengan Instagram, WhatsApp memiliki enkripsi end-to-end yang aktif secara default untuk semua pesan dan panggilan.

Artinya, setiap percakapan di WhatsApp tetap terlindungi tanpa perlu mengaktifkan fitur tambahan.

Sementara itu, Facebook Messenger juga masih mendukung enkripsi end-to-end, tetapi hanya untuk chat pribadi satu lawan satu, bukan untuk grup atau komunikasi bisnis.

Baca Juga : Instagram Segera Izinkan Pengguna Keluar dari Daftar Close Friends Orang Lain

Privasi Platform

Penghapusan fitur E2EE di Instagram menunjukkan adanya ketegangan yang semakin besar di industri teknologi.

Di satu sisi, pengguna menuntut privasi yang lebih kuat dalam berkomunikasi. Namun di sisi lain, platform digital juga menghadapi tekanan untuk mengawasi konten dan mencegah penyalahgunaan layanan.

Dengan meningkatnya regulasi global, perdebatan antara privasi pengguna dan pengawasan platform kemungkinan akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *