Secara siklus Bitcoin dan market crypto masih berpotensi untuk mengalami kenaikan sampai dengan akhir tahun ini. Lalu, sebagai seorang investor yang bijak, apa yang harus dilakukan untuk sisa tahun 2025 ini? Bagaimana cara memperoleh keuntungan maksimal?
Baca Juga : Mengenal Ragam Trading untuk Memulai Investasi yang Tepat
1. Pastikan Bitcoin Masih Jadi Pilihan Utama
Banyak yang tidak memiliki Bitcoin di portofolio crypto mereka. Padahal dengan memasukkan Bitcoin portofolio akan lebih stabil, ditambah Bitcoin Dominance yang masih sangat tinggi seperti saat ini, tidak ada alasan untuk money flow tidak mengalir ke Bitcoin. Itulah mengapa, masih lebih aman memiliki Bitcoin dalam exposure di portofolio.
2. Alokasikan Altcoins Dengan Benar
Ketika market sudah jenuh dengan Bitcoin dan Bitcoin Dominance mengalami penurunan, money flow berpotensi untuk bergerak ke Altcoins. Itulah mengapa, tidak ada salahnya memiliki beberapa Altcoins. Namun, harus dipahami portfolio sizing yang benar. Maksimal jumlah Altcoins di porto adalah 30% dari porto, itupun harus di tata untuk beberapa Altcoins yang potential. Untuk layer-1 yang sudah settle alokasi 5% dari porto sudah oke dan maksimal. Untuk new Altcoins dan play yang spekulatif lain pastikan hanya 1-2% saja.
3. Jangan Melawan Trend
Saat money flow kencang dan adanya potensi rate cut, maka melawan trend adalah langkah paling bodoh yang bisa dilakukan. Itulah mengapa, mencoba timing the top dan short the market on the way up adalah ide paling buruk yang bisa dilakukan. Jangan melawan trend dan coba timing the market dan short. Akan banyak terjadi short squeeze dari ritel yang mencoba melawan arus.
4. Pastikan Memiliki Exit Strategy
Never marry your bags merupakan istilah yang paling tepat untuk menggambarkan investasi di crypto. Jangan sampai kalian ini merasa bahwa harga akan naik terus dan selamanya kita dalam bull market. Pahami bahwa sesuatu yang naik akan turun juga. Pastikan memiliki exit strategy di akhir siklus. Untuk Bitcoin pastikan melakukan trimming di akhir siklus dan untuk Altcoins yang sudah untung pada akhir siklus, pastikan sudah bersih dan jual semuanya.
5. Jangan Terkecoh Hype dan Narasi Musiman
Di dunia crypto, satu hal yang nggak pernah absen adalah narasi hype. Setiap siklus selalu ada saja tema baru yang mendominasi, entah itu DeFi, NFT, metaverse, AI + blockchain, hingga sekarang mulai muncul lagi narasi Real World Assets (RWA). Tapi ingat, nggak semua hype menghasilkan profit yang nyata. Banyak narasi hanya mengangkat harga token sementara tanpa disertai fundamental yang solid.
Sebagai investor, kita harus bisa membedakan mana proyek yang memang punya value jangka panjang dan mana yang sekadar numpang tenar. Cek dulu apakah proyeknya punya produk yang berjalan, tim yang kredibel, dan tokenomics yang sehat. Kalau semua itu cuma dibungkus marketing dan influencer, ya jangan harap proyeknya bisa tahan banting saat pasar koreksi.
Prinsip dasarnya: narasi itu penting, tapi eksekusi jauh lebih penting. Jadi sebelum kamu ikut FOMO ke proyek yang lagi viral, pastikan kamu tahu betul apa yang kamu beli.
6. Posisi Bukan Segalanya, Manajemen Risiko Lebih Utama
Banyak investor baru berpikir bahwa selama bisa menemukan coin yang tepat, pasti akan kaya. Padahal, kenyataannya: kamu bisa pilih coin bagus sekalipun, tapi kalau manajemen risikonya ngawur, hasilnya tetap bisa minus besar.
Manajemen risiko itu meliputi:
-
Position sizing: jangan taruh terlalu besar di satu aset.
-
Entry strategy: jangan asal masuk, tunggu setup yang jelas.
-
Stop loss / take profit: wajib punya, walau kadang emosinya bikin males pakai.
Kebanyakan orang nggak rugi karena salah coin, tapi karena nggak tahu kapan harus keluar. Jadi, daripada fokus cari “the next Bitcoin”, mending mulai latih kedisiplinan dalam mengelola risiko.
7. Jangan Cuma Fokus Teknologi, Lihat Sentimen Global
Sebagai seseorang yang sudah cukup lama berada di dunia investasi—baik itu saham, forex, maupun crypto—satu hal yang saya pelajari adalah bahwa harga seringkali lebih dipengaruhi oleh sentimen dan likuiditas global ketimbang hanya teknologi proyek itu sendiri.
Apa artinya? Walau kamu pegang proyek terbaik sekalipun, kalau pasar global lagi ketar-ketir karena suku bunga atau ketegangan geopolitik, harga tetap bisa nyungsep. Jadi, jangan cuma jadi “anak chart” atau “anak whitepaper”—tapi juga update terus dengan kabar makroekonomi.
Sinyal penting yang bisa diperhatikan di sisa 2025 ini:
-
Apakah The Fed akan benar-benar mulai rate cut?
-
Apakah pasar saham AS (S&P 500, Nasdaq) terus bullish?
-
Bagaimana pergerakan DXY (US Dollar Index) dan emas?
Karena semua itu akan sangat mempengaruhi sentimen investor terhadap crypto juga.
8. Jangan Takut Realisasi Profit
Ini yang sering jadi dilema: sudah profit lumayan, tapi takut ketinggalan kalau harga masih naik. Akhirnya? Gak jadi jual. Eh, beberapa minggu kemudian market koreksi, profit pun hilang. Jujur, saya pun pernah ada di posisi itu, dan rasanya nyesek banget.
Pelajaran yang saya dapat: lebih baik ambil profit sebagian daripada enggak sama sekali. Ingat, tujuan kita adalah menghasilkan uang, bukan sekadar memegang token.
Kamu bisa pakai strategi trimming, yaitu:
-
Jual sebagian saat sudah profit 2x–3x,
-
Sisanya dibiarkan jalan sebagai “moonbag”,
-
Atur trailing stop untuk mengunci sisa profit.
Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati upside, tapi juga sudah mengamankan hasil jerih payahmu dari awal.
9. Belajar dari Siklus Sebelumnya
Kalau kita lihat sejarah, siklus crypto itu cukup konsisten: naik tajam saat bull run, lalu koreksi brutal setelahnya. Misalnya 2013, 2017, dan 2021—semua punya pola serupa. Nah, sisa tahun 2025 ini sangat mungkin masih berada di bagian akhir dari fase ekspansi, atau setidaknya menjelang puncaknya.
Apa yang bisa kita pelajari? Jangan lengah. Ketika semua orang merasa euforia dan yakin bahwa “kali ini berbeda”, justru saat itulah kita harus ekstra waspada. Market gak pernah berubah. Yang berubah cuma cerita dan karakter pemainnya.
Jadi, jangan ulangi kesalahan 2021: nunggu harga makin tinggi, tapi lupa exit.
Baca Juga : 4 Cara Memaksimalkan Artificial Intelligence Untuk Trading Crypto
Kesimpulan
Banyak investor terlalu sibuk menebak arah market: “Bitcoin bisa ke $150K gak?”, “Altseason kapan mulai?”, dan sebagainya. Padahal, fokus kita seharusnya bukan pada memprediksi, tapi pada mempersiapkan strategi untuk berbagai kemungkinan.
Pasar bisa naik, bisa juga sideways atau turun. Tapi kalau kamu punya strategi yang matang—alokasi aset yang sehat, manajemen risiko yang disiplin, dan exit plan yang jelas—maka kamu tetap bisa survive dan bahkan thrive di situasi apapun.
Crypto itu penuh peluang, tapi juga penuh jebakan. Jadi di sisa 2025 ini, jangan cuma jadi investor yang ikut-ikutan tren. Jadilah investor yang punya prinsip, strategi, dan kesabaran.
Kalau market memberi peluang, ambil. Kalau market memberi sinyal bahaya, lindungi modal. Karena dalam jangka panjang, yang bertahan itulah yang menang.