Platform media sosial X kembali menghadirkan pembaruan yang cukup menarik untuk penggunanya. Kali ini, X mencoba mengubah pengalaman pengguna menjadi lebih praktis lewat fitur baru bernama History. Fitur ini dirancang sebagai tempat khusus untuk menyimpan dan menemukan kembali berbagai konten yang sebelumnya pernah dilihat pengguna, mulai dari bookmark, like, video, hingga artikel.
Baca Juga : X Resmi Hadirkan Lagi Voice Notes untuk Chat Pengguna
Dengan hadirnya fitur tersebut, X tampaknya ingin menjadi aplikasi yang bukan hanya digunakan untuk scrolling timeline, tetapi juga sebagai tempat menyimpan konten penting untuk dibaca atau ditonton nanti.

Saat ini, fitur History baru tersedia untuk pengguna iOS. Kepala Produk X, Nikita Bier, menjelaskan bahwa fitur baru ini hadir sebagai solusi yang lebih mudah untuk melacak berbagai konten favorit pengguna. Jadi, ketika menemukan thread menarik, video informatif, atau artikel panjang yang belum sempat dibaca sampai selesai, pengguna bisa kembali menemukannya dengan cepat di satu halaman khusus.
Melalui pembaruan terbaru ini, tombol Bookmarks yang sebelumnya berada di menu sisi kiri aplikasi kini telah diubah menjadi History. Menariknya, halaman baru tersebut dibagi menjadi empat tab berbeda, yaitu Bookmarks, Likes, Videos, dan Articles.
Pembagian tersebut membuat pengguna lebih mudah mengakses ulang konten yang pernah mereka simpan ataupun lihat sebelumnya. Jika tab Bookmarks dan Likes berasal dari tindakan pengguna yang memang sengaja menyimpan konten, maka tab Videos dan Articles akan terisi otomatis berdasarkan aktivitas tontonan dan bacaan pengguna di platform X.
Meski begitu, X memastikan seluruh riwayat pada tab History tetap bersifat privat dan hanya bisa dilihat oleh pemilik akun masing-masing.
Kehadiran fitur ini membuat pengalaman menggunakan X terasa sedikit mirip seperti browser modern. Pengguna kini dapat kembali melihat konten yang pernah diakses sebelumnya meskipun tidak menekan tombol simpan secara manual. Selain itu, fitur ini juga menyatukan beberapa elemen yang sebelumnya tersebar di berbagai bagian aplikasi.
Sebelumnya, bookmark berada di menu utama aplikasi, sementara daftar like tersembunyi di dalam profil pengguna. Kini semuanya dirangkum dalam satu halaman agar lebih praktis dan mudah digunakan.
Di sisi lain, langkah ini juga dinilai dapat mendorong penggunaan fitur artikel panjang milik X. Seperti diketahui, platform tersebut memang mulai serius mengembangkan format artikel panjang untuk bisnis maupun kreator konten agar bisa membagikan informasi lebih detail dibanding posting standar 280 karakter.
Melalui tab History, pengguna bisa lebih mudah melacak artikel yang mereka temukan saat scrolling timeline. Secara tidak langsung, fitur ini membuat X terasa seperti personalized news reader yang menampilkan kembali berbagai konten yang relevan dengan minat pengguna.
Pembaruan ini juga hadir di tengah menurunnya trafik rujukan dari platform seperti Facebook dan Google ke situs web eksternal. Perubahan algoritma hingga hadirnya pengalaman berbasis AI disebut menjadi salah satu penyebab berkurangnya jumlah klik menuju website publisher.
Baca Juga : WhatsApp Tambahkan Mode Penyamaran di Obrolan Meta AI


