Waspada! Penipuan Cryptocurrency di Asia Rugikan Korban hingga Miliaran

Waspada! Penipuan Cryptocurrency di Asia Rugikan Korban hingga MiliaranDunia cryptocurrency kembali dihebohkan dengan munculnya kampanye penipuan berskala besar yang menargetkan pengguna di kawasan Asia, dengan fokus yang cukup signifikan ke Jepang. Modus yang digunakan bukan cara lama yang itu-itu saja. Kali ini, pelaku memadukan dua model penipuan sekaligus dalam satu skema yang terstruktur dan rapi: malvertising dan teknik manipulasi yang dikenal sebagai pig butchering.

Baca Juga : 20+ Daftar Exchange Crypto Indonesia yang Terdaftar di Bappebti 2025

Kombinasi ini terbukti sangat efektif. Dengan jangkauan iklan berbahaya yang luas dan pendekatan psikologis jangka panjang, para pelaku berhasil menguras dana korban hingga jumlah fantastis. Laporan terbaru bahkan menyebutkan ada korban yang mengalami kerugian hingga ¥10 juta atau setara miliaran rupiah.

Lalu, bagaimana sebenarnya skema ini berjalan?

Iklan Palsu yang Terlihat Meyakinkan

Iklan Palsu yang Terlihat Meyakinkan

Serangan dimulai dari sesuatu yang terlihat “biasa”: iklan di media sosial. Pelaku memasang iklan palsu di platform populer seperti Facebook dan Instagram. Sekilas, iklan ini tampak profesional dan kredibel.

Biasanya, iklan tersebut menyamar sebagai pakar keuangan ternama atau mempromosikan algoritma investasi berbasis AI yang diklaim mampu menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Narasi yang digunakan pun dibuat sangat persuasif, seolah-olah menawarkan peluang eksklusif yang sayang untuk dilewatkan.

Ketika pengguna mengklik iklan tersebut, mereka akan diarahkan ke situs palsu yang dirancang menyerupai portal investasi resmi. Tampilan website dibuat meyakinkan, lengkap dengan grafik, testimoni, dan klaim performa investasi.

Namun di balik tampilannya, situs tersebut hanyalah “umpan”.

Dari Website Palsu ke Grup Chat Eksklusif

Tahap berikutnya, korban akan diminta untuk bergabung ke grup percakapan di aplikasi pesan seperti LINE, WhatsApp, atau KakaoTalk. Biasanya mereka diminta memindai QR code untuk mendapatkan “bimbingan khusus” atau “strategi investasi rahasia”.

Di sinilah teknik pig butchering mulai dimainkan.

Istilah ini merujuk pada metode penipuan yang membangun kepercayaan korban secara perlahan, layaknya “menggemukkan” target sebelum akhirnya mengambil seluruh asetnya. Korban tidak langsung diminta menyetor uang dalam jumlah besar. Sebaliknya, mereka diajak berdiskusi, diberi edukasi palsu, dan ditunjukkan kisah sukses yang sudah direkayasa.

Menariknya, berdasarkan temuan analis Infoblox, interaksi di grup chat tersebut kemungkinan besar tidak sepenuhnya dilakukan oleh manusia. Banyak indikasi menunjukkan penggunaan bot berbasis AI yang mampu merespons pesan secara instan, 24 jam tanpa henti, bahkan berganti bahasa dengan mulus.

Artinya, korban bisa saja berbincang dengan sistem otomatis yang dirancang khusus untuk membangun rasa percaya.

Strategi Investasi Palsu yang Terlihat Menguntungkan

Setelah komunikasi terjalin, korban biasanya diajak untuk mencoba investasi kecil terlebih dahulu. Jumlahnya tidak besar, dan pada tahap awal, korban akan melihat “keuntungan” yang tampak nyata di dashboard platform palsu tersebut.

Padahal, angka keuntungan itu hanyalah manipulasi sistem.

Melihat hasil yang menjanjikan, korban terdorong untuk menambah modal dalam jumlah lebih besar. Proses ini bisa berlangsung beberapa minggu hingga bulan, sampai korban benar-benar yakin bahwa platform tersebut sah dan menguntungkan.

Masalah muncul saat korban mencoba menarik dana mereka.

Alih-alih menerima uangnya kembali, korban justru diminta membayar “biaya pelepasan” atau release fee. Alasannya bisa beragam: pajak, biaya verifikasi, atau administrasi tambahan. Setelah biaya tersebut dibayarkan, pelaku menghilang begitu saja.

Dana korban pun lenyap.

Infrastruktur Canggih dan Serba Otomatis

Infrastruktur Canggih dan Serba Otomatis

Salah satu aspek paling mengkhawatirkan dari kampanye ini adalah tingkat otomatisasi yang digunakan. Para pelaku memanfaatkan Registered Domain Generation Algorithms (RDGAs) untuk membuat ribuan domain baru dalam waktu singkat.

Dengan teknik ini, mereka dapat mengganti domain secara cepat ketika satu situs diblokir. Hal ini menyulitkan tim keamanan untuk menghentikan operasional mereka secara efektif.

Tercatat lebih dari 23.000 domain terhubung dengan ekosistem penipuan ini. Banyak di antaranya menggunakan nama yang mirip dengan platform investasi asli, sehingga sekilas terlihat sah.

Penggunaan AI dalam percakapan juga memungkinkan para pelaku menjalankan serangan dalam skala global tanpa keterbatasan tenaga manusia. Respons cepat, percakapan natural, dan pendekatan yang konsisten membuat penipuan ini terasa semakin nyata.

Bahkan, infrastruktur yang digunakan menunjukkan indikasi model “layanan”, di mana satu sistem bisa dipakai oleh banyak aktor kejahatan secara bersamaan. Dengan kata lain, ini bukan operasi kecil, melainkan jaringan terorganisir dengan dukungan teknologi canggih.

Baca Juga : 30+ Istilah Trading Crypto yang Wajib Kamu Ketahui untuk Pemula!

Kenali Tanda Bahayanya

Melihat kompleksitas skema ini, kewaspadaan menjadi kunci utama. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa membantu meminimalkan risiko:

  • Selalu verifikasi akun resmi pakar keuangan sebelum mempercayai iklan di media sosial.

  • Bersikap skeptis terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan pasti atau tidak masuk akal.

  • Hindari mengklik tautan atau memindai QR code dari sumber yang tidak jelas.

  • Jangan pernah mentransfer cryptocurrency kepada individu yang hanya dikenal melalui grup chat online.

Di era digital, peluang investasi memang semakin terbuka lebar. Namun di sisi lain, modus kejahatan juga berkembang mengikuti teknologi. Kombinasi malvertising dan pig butchering ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi seperti AI bisa disalahgunakan untuk kepentingan kriminal.

Karena itu, sebelum tergiur iming-iming keuntungan besar, pastikan kamu sudah melakukan riset dan verifikasi menyeluruh. Dalam investasi, kehati-hatian bukan berarti ketinggalan peluang—justru itu yang bisa menyelamatkan asetmu dari kerugian miliaran rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *