Google kembali menghadirkan gebrakan baru di dunia kecerdasan buatan. Pada Rabu lalu, raksasa teknologi ini mengumumkan peluncuran fitur beta terbaru di aplikasi Gemini yang memungkinkan asisten AI tersebut memberikan respons yang lebih personal dan proaktif. Menariknya, fitur ini bekerja dengan menghubungkan Gemini ke berbagai layanan Google yang sudah sering kita gunakan sehari-hari, seperti Gmail, Google Photos, Search, hingga riwayat YouTube.
Baca Juga : Cara Akses Gemini VEO 3 Gratis di Indonesia
Sebelumnya, Gemini memang sudah bisa mengambil informasi dari aplikasi-aplikasi tersebut. Namun kini kemampuannya meningkat satu level. Gemini tidak hanya sekadar “mengambil data”, tetapi juga memahami konteks antar data untuk menghasilkan jawaban yang lebih relevan dan terasa personal.
Gemini Kini Lebih Pintar Membaca Konteks
Dengan fitur baru ini, Gemini mampu menghubungkan berbagai informasi yang tersebar di ekosistem Google. Contohnya, Gemini bisa mengaitkan percakapan email dengan video yang pernah kamu tonton di YouTube, tanpa perlu kamu memberi tahu secara spesifik harus mencari ke mana.
Google menyebut kemampuan ini sebagai bentuk pemahaman konteks yang lebih mendalam. Artinya, Gemini bisa “menyimpulkan” informasi yang dibutuhkan berdasarkan data yang tersedia, lalu menyajikannya secara proaktif ketika dirasa bermanfaat bagi pengguna.
Personal Intelligence
Fitur beta ini diberi nama Personal Intelligence. Penting untuk dicatat, fitur ini tidak aktif secara otomatis. Pengguna tetap memiliki kendali penuh untuk menentukan apakah ingin menghubungkan akun Google mereka ke Gemini atau tidak.
Google menyadari bahwa tidak semua orang nyaman jika AI mengakses foto pribadi atau riwayat tontonan YouTube. Karena itu, Personal Intelligence hanya akan aktif jika pengguna secara sadar mengizinkannya. Bahkan setelah diaktifkan pun, Gemini hanya akan menggunakan fitur ini ketika sistem menilai bahwa respons personal memang akan membantu.
Dua Kekuatan Utama Personal Intelligence
Dalam sebuah unggahan blog, Josh Woodward, VP Gemini App di Google Labs dan AI Studio, menjelaskan bahwa Personal Intelligence memiliki dua kekuatan utama. Pertama, kemampuan bernalar lintas sumber data yang kompleks. Kedua, kemampuan mengambil detail spesifik dari email, foto, atau data lain untuk menjawab pertanyaan pengguna.
Menariknya, Gemini sering menggabungkan kedua kemampuan ini sekaligus. Hasilnya adalah jawaban yang tidak hanya akurat, tetapi juga terasa benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna.
Contoh Nyata Penggunaan di Kehidupan Sehari-hari
Woodward juga membagikan pengalaman pribadinya saat mencoba fitur ini. Suatu ketika, ia sedang mengantre di bengkel ban dan lupa ukuran ban mobilnya. AI chatbot pada umumnya mungkin bisa menebak ukuran ban berdasarkan tipe mobil. Namun Gemini melangkah lebih jauh.
Dengan memanfaatkan data dari Google Photos, Gemini menemukan foto-foto perjalanan keluarga dan kemudian merekomendasikan ban all-weather yang cocok untuk kebutuhan road trip. Bahkan ketika Woodward lupa nomor pelat kendaraannya, Gemini berhasil menemukannya dari sebuah foto yang tersimpan di Google Photos.
Tidak hanya itu, Gemini juga memberikan berbagai rekomendasi lain, mulai dari buku, acara hiburan, pakaian, hingga rencana perjalanan. Dalam perencanaan liburan musim semi keluarganya, Gemini menganalisis minat keluarga dan riwayat perjalanan sebelumnya dari Gmail dan Photos. Hasilnya, Gemini menyarankan perjalanan kereta malam dan permainan papan tertentu, alih-alih destinasi wisata mainstream.
Perlindungan Data Sensitif Tetap Jadi Prioritas
Soal privasi, Google menegaskan bahwa mereka telah menyiapkan guardrails atau pembatas khusus. Gemini tidak akan secara proaktif membuat asumsi terkait data sensitif, seperti informasi kesehatan. Namun, jika pengguna secara eksplisit menanyakan hal tersebut, Gemini tetap dapat membahasnya.
Google juga memastikan bahwa Gemini tidak melatih model AI-nya langsung dari isi Gmail atau Google Photos pengguna. Model hanya dilatih dari prompt yang diketik di Gemini serta respons yang dihasilkan. Data seperti foto perjalanan, email, atau gambar pelat kendaraan hanya digunakan sebagai referensi untuk menjawab pertanyaan, bukan sebagai bahan pelatihan AI.
Ketersediaan dan Contoh Prompt yang Bisa Dicoba
Saat ini, fitur Personal Intelligence mulai digulirkan untuk pelanggan Google AI Pro dan AI Ultra di Amerika Serikat. Google juga berencana memperluas fitur ini ke lebih banyak negara, termasuk ke versi gratis Gemini di masa mendatang.
Sebagai panduan awal, Google membagikan beberapa contoh prompt yang bisa dicoba pengguna, seperti:
-
“Bantu saya merencanakan akhir pekan di [nama kota] berdasarkan hal-hal yang saya sukai.”
-
“Rekomendasikan film dokumenter berdasarkan topik yang sedang menarik perhatian saya.”
-
“Berdasarkan riwayat belanja dan tontonan saya, rekomendasikan channel YouTube yang sesuai dengan gaya memasak saya.”
Baca Juga : Google Tambahkan Gemini AI ke Google Trends, Ini Fitur dan Manfaatnya
Kesimpulan
Dengan hadirnya fitur beta Personal Intelligence, Gemini semakin menunjukkan arah perkembangan AI yang lebih personal dan kontekstual. Pengguna tidak hanya mendapatkan jawaban cepat, tetapi juga jawaban yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari, tanpa harus menjelaskan semuanya dari awal. Tentunya, dengan tetap memberikan kontrol penuh kepada pengguna terkait privasi dan penggunaan data.
Jika tren ini terus berkembang, bukan tidak mungkin asisten AI ke depan akan benar-benar menjadi “asisten pribadi digital” yang memahami kebutuhan kita secara lebih utuh.


