Perplexity akhirnya resmi membawa browser AI Comet ke perangkat Android. Setelah sebelumnya meluncur lebih dulu di versi desktop pada Juli lalu, kini pengguna ponsel juga bisa menikmati pengalaman browsing yang lebih pintar berkat sistem pencarian berbasis AI yang sudah jadi ciri khas Perplexity.
Baca Juga : 5+ AI untuk Membuat Video Clipping Gratis dengan Hasil Profesional
Menariknya, hampir semua kemampuan yang ada di versi desktop turut dibawa ke Android. Jadi, pengalaman kamu saat browsing bakal jauh lebih simpel, cepat, dan pastinya lebih interaktif.
Bawa Fitur Desktop ke Mobile, Tanpa Banyak Kompromi
Perplexity memastikan bahwa Comet di Android bukan sekadar versi “ringan”. Browser ini tetap menghadirkan fitur andalan seperti menjadikan Perplexity sebagai mesin pencari default, hingga kemampuan menyebutkan tab tertentu saat ingin bertanya pada asisten.
Kamu juga bisa menggunakan mode suara untuk menanyakan hal-hal terkait semua tab yang sedang terbuka. Tinggal ngomong, dan asisten akan membantu menjawab dengan merangkum informasi dari berbagai halaman sekaligus. Praktis banget buat kamu yang suka multitasking.
Selain itu, Comet juga dibekali fitur ringkasan otomatis untuk hasil pencarian di berbagai tab. Jadi, kamu nggak perlu lagi bolak-balik membaca halaman satu per satu hanya untuk mencari inti informasinya.
Bisa Riset dan Belanja Otomatis
Satu hal yang cukup menarik adalah kemampuan Comet untuk melakukan riset hingga proses belanja daring secara otomatis. Kamu cukup memberi instruksi, dan asisten akan bekerja mulai dari mencari informasi, membandingkan pilihan, hingga menyusun rekomendasi.
Semua aktivitas yang dilakukan asisten pun bisa kamu pantau secara transparan. Jadi, meskipun AI yang bekerja, kamu tetap tahu apa yang sedang dilakukan browser tersebut di belakang layar.
Sebagai bonus tambahan, versi Android ini juga sudah dibekali ad blocker bawaan. Artinya, pengalaman browsing kamu bakal lebih nyaman tanpa gangguan iklan yang muncul tiba-tiba.
Akan Ada Fitur Baru dalam Beberapa Minggu ke Depan
Perplexity tidak berhenti di sini saja. Dalam waktu dekat, mereka sudah menyiapkan sejumlah fitur baru yang cukup ambisius.
Fitur-fitur yang direncanakan antara lain:
-
Agen percakapan yang bisa melakukan pencarian lintas situs dan menjalankan aksi tertentu atas permintaan pengguna.
-
Shortcut pintar agar asisten bisa menjalankan tugas-tugas cepat tanpa harus diberi instruksi panjang.
-
Password manager yang sudah lengkap dan siap digunakan di dalam browser.
Dengan fitur-fitur tersebut, Comet tampaknya ingin menjadi browser AI yang benar-benar berdiri di level berbeda dibandingkan kompetitornya.
Comet Assistant di Desktop Juga Ikut Ditingkatkan
Awal bulan ini, Perplexity juga memperbarui Comet Assistant untuk versi desktop. Asisten tersebut kini jauh lebih efisien dalam menjalankan tugas kompleks yang membutuhkan waktu lama—misalnya memindahkan data dari sebuah website ke spreadsheet.
Penyempurnaan ini menunjukkan bahwa mereka secara aktif mengembangkan ekosistem Comet, bukan hanya menambah fitur asal-asalan.
Kenapa Rilisnya Dimulai dari Android?
Walaupun Comet untuk Android sudah rilis, Perplexity memastikan bahwa versi iOS juga akan hadir dalam waktu dekat.
Namun, Android memang menjadi prioritas terutama karena banyaknya carrier dan OEM yang meminta agar Comet bisa diintegrasikan ke perangkat mereka. Meski begitu, Perplexity belum mengumumkan kerja sama baru apa pun terkait integrasi ini.
Sebelumnya, Perplexity sudah menggandeng Motorola untuk memuat aplikasi mereka secara default di perangkat tertentu. Namun, belum ada kepastian apakah kerja sama tersebut akan ikut mencakup instalasi browser Comet secara langsung.
Baca Juga : Meta Resmi Bekerja Sama dengan Midjourney, Teknologi AI Akan Masuk ke Era Baru
Persaingan AI Browser Semakin Panas
Perplexity bukan satu-satunya yang bermain di arena browser berbasis AI. Ada juga OpenAI, Opera, dan The Browser Company (yang kini berada di bawah Atlassian) yang mengembangkan browser sejenis.
Meski begitu, kebanyakan peluncuran tersebut masih fokus ke versi desktop. The Browser Company memang sempat merilis Arc Search untuk mobile tahun lalu, tetapi perkembangannya tidak terlalu signifikan. Bahkan, fokus perusahaan kini bergeser ke browser baru bernama Dia, yang sayangnya belum memiliki versi mobile.
Perusahaan-perusahaan ini berlomba-lomba menciptakan browser yang bisa menggantikan dominasi Chrome dan Safari. Namun, tantangannya cukup besar, terutama dari sisi keamanan. Banyak pakar keamanan menilai bahwa agen AI dalam browser masih punya potensi kerentanan.
Perplexity sendiri sempat menulis blog pada Oktober lalu yang mengakui risiko tersebut. Mereka menyebut bahwa beberapa model serangan baru yang dibantu AI membutuhkan pendekatan ulang terhadap standar keamanan yang ada saat ini.


