Cloudflare, perusahaan raksasa di bidang keamanan siber dan infrastruktur internet yang berbasis di San Francisco, kembali membuat gebrakan. Kali ini, Cloudflare resmi mengakuisisi Human Native, sebuah marketplace data AI asal Inggris. Langkah ini bukan sekadar ekspansi bisnis biasa, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa Cloudflare semakin serius membangun ekosistem AI yang aman, etis, dan berkelanjutan.
Baca Juga : Malware Baru di Rust Crates Curi Private Key Wallet Solana & Ethereum
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan generatif, isu keamanan data dan hak pemilik konten semakin mengemuka. Banyak kreator, penerbit, hingga perusahaan teknologi merasa dirugikan akibat maraknya praktik web scraping dan lalu lintas bot AI yang tidak terkendali. Akuisisi Human Native menjadi jawaban Cloudflare atas persoalan tersebut.
Mengembalikan Kendali Data ke Tangan Kreator
Human Native dikenal sebagai platform yang berfokus pada pengolahan data AI secara etis. Perusahaan ini mengkhususkan diri dalam mengonversi data tidak terstruktur—seperti video multimedia, artikel, hingga berbagai konten digital lainnya—menjadi dataset berlisensi yang bisa dicari dan digunakan untuk pelatihan AI.
Berbeda dengan pendekatan lama yang menganggap data sebagai “bahan gratis” yang bisa diambil begitu saja, Human Native hadir dengan filosofi yang lebih adil. Data diperlakukan sebagai aset bernilai, bukan sekadar material yang bisa di-scrape oleh bot tanpa izin. Pendekatan ini membantu pengembang AI membangun model yang lebih akurat sekaligus menghormati hak pemilik konten.
Menariknya, salah satu perusahaan AI video di Inggris bahkan memutuskan untuk membuang dataset lama mereka. Alasannya sederhana: data berlisensi dari Human Native memberikan hasil yang jauh lebih baik. Ini menjadi bukti bahwa sumber data yang etis dan berkualitas memang berdampak langsung pada performa model AI.
Web Terbuka yang Mulai Tertekan oleh Bot AI
Selama puluhan tahun, web terbuka berjalan dengan kesepakatan tak tertulis. Kreator menghasilkan konten, platform seperti mesin pencari mendatangkan trafik, lalu pendapatan diperoleh dari iklan atau langganan. Namun, kehadiran AI mengubah keseimbangan ini.
Saat ini, bot AI membanjiri website dengan rasio crawl-to-referral yang bisa mencapai puluhan ribu banding satu. Artinya, konten diambil berkali-kali oleh crawler, tetapi hampir tidak ada trafik balik yang menguntungkan pemilik situs. Dalam blog resminya, Cloudflare menyoroti ketidakjelasan bagaimana data yang diakses crawler multifungsi ini digunakan. Dampaknya dirasakan luas, mulai dari media berita hingga perusahaan teknologi.
Strategi Cloudflare
Menjawab tantangan tersebut, Cloudflare menghadirkan beberapa solusi inovatif. Salah satunya adalah AI Crawl Control, fitur yang memungkinkan pemilik website mengatur bot AI yang boleh atau tidak boleh mengakses konten mereka. Selain itu, ada juga Pay Per Crawl, sebuah konsep di mana pemilik situs bisa meminta kompensasi jika kontennya digunakan oleh bot AI.
Cloudflare menegaskan bahwa pemilik kontenlah yang seharusnya punya keputusan penuh. Dengan masuknya Human Native ke dalam ekosistem Cloudflare, visi ini semakin dipercepat. Data berlisensi dari Human Native akan dipadukan dengan infrastruktur Cloudflare yang sudah mendunia, menciptakan sistem distribusi data AI yang lebih tertata.
AI Index dan Masa Depan Distribusi Data
Pasca akuisisi, Cloudflare juga berencana meningkatkan AI Index, sebuah sistem pub/sub yang memungkinkan website mengirim pembaruan konten secara real-time ke para pelanggan data. Dengan cara ini, proses crawling tradisional yang lambat, penuh spam, dan sering menghasilkan duplikasi data bisa dihindari.
Bagi pengembang foundation model dan AI agent, pendekatan ini menjanjikan data yang lebih bersih, relevan, dan terkini. Bagi pemilik situs, ini berarti kontrol lebih besar atas bagaimana konten mereka digunakan.
Jalan Menuju Pembayaran Otomatis Antar Mesin
Tidak berhenti di situ, Cloudflare juga melihat peluang besar di ranah pembayaran mesin ke mesin. Melalui protokol x402, yang dikembangkan bersama x402 Foundation dan Coinbase, Cloudflare ingin menciptakan sistem pembayaran otomatis antara AI dan penyedia konten.
Jika pembayaran web tradisional dirancang untuk manusia, maka x402 dibuat khusus untuk AI. Dengan protokol ini, AI bisa “membayar” konten secara otomatis tanpa campur tangan manusia, membuka jalan bagi model bisnis digital yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga : Awas! Ransomware Kraken Kini Menyerang Windows, Linux, dan VMware ESXi Sekaligus
Arah Baru Cloudflare di Era AI
Akuisisi Human Native menegaskan perubahan fokus Cloudflare menuju infrastruktur AI. CEO Cloudflare, Matthew Prince, menekankan pentingnya membangun AI yang lebih baik dengan data yang lebih baik, serta memberikan kontrol yang adil bagi para kreator.
Tim Human Native akan bergabung langsung dengan Cloudflare untuk mengembangkan berbagai tools ini. Jika berhasil, langkah ini berpotensi mengubah cara publisher, kreator, dan perusahaan teknologi memonetisasi konten di web yang semakin didominasi AI.
Seiring meningkatnya trafik bot, dunia digital tampaknya sedang bergerak dari era scraping bebas menuju aliran data yang terstruktur dan diberi kompensasi. Dan lewat akuisisi ini, Cloudflare menempatkan dirinya di garis depan perubahan besar tersebut.


