Google Kembangkan Chip AI Baru untuk Tingkatkan Performa Gemini

Model Gemini AiGoogle dikabarkan tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) miliknya. Melalui perusahaan induknya, Alphabet, raksasa teknologi tersebut sedang mengembangkan chip server AI generasi terbaru yang dirancang khusus agar model AI Gemini dapat bekerja lebih cepat, lebih hemat daya, dan lebih efisien.

Baca Juga : Android 17 Resmi Meluncur dengan Fitur Multitasking dan Gemini AI

Strategi ini menjadi bagian dari upaya Google untuk meningkatkan performa layanan AI sekaligus mengurangi ketergantungan pada produsen chip pihak ketiga. Jika berhasil, chip baru tersebut berpotensi menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan teknologi AI Google di masa depan.

Chip AI “Frozen v2” Siap Hadir pada 2028

Berdasarkan laporan The Information yang mengutip sejumlah sumber anonim, chip terbaru Google ini memiliki nama internal Frozen v2. Produk tersebut diperkirakan akan dirilis pada tahun 2028 sebagai penerus dari chip AI yang saat ini digunakan perusahaan.

Menariknya, Frozen v2 disebut mampu menghadirkan peningkatan efisiensi yang sangat signifikan. Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa chip ini berpotensi memiliki efisiensi enam hingga sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan chip AI Google saat ini. Pengukuran tersebut didasarkan pada jumlah token yang dapat diproses atau dihasilkan untuk setiap satuan daya yang digunakan, sehingga menghasilkan performa AI yang lebih optimal dengan konsumsi energi yang lebih rendah.

Google Belum Memberikan Konfirmasi Resmi

Menanggapi kabar tersebut, Google belum secara langsung membenarkan maupun membantah laporan yang beredar.

Dalam pernyataannya kepada TechCrunch, perusahaan hanya menjelaskan bahwa tim internal mereka terus melakukan penelitian dan eksperimen terhadap berbagai inovasi baru untuk menghadirkan performa serta efisiensi terbaik bagi pengguna maupun pelanggan.

Google juga menegaskan bahwa tidak semua proyek penelitian akan berakhir menjadi produk komersial. Namun, proses eksplorasi tersebut merupakan bagian penting dari strategi full stack yang mereka jalankan, yakni mengembangkan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) secara bersamaan agar keduanya dapat bekerja secara terintegrasi dan dioptimalkan untuk kebutuhan komputasi di dunia nyata.

Persaingan Chip AI Semakin Ketat

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan-perusahaan AI semakin gencar mengembangkan chip buatan sendiri. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi model AI internal sekaligus mengatasi keterbatasan kapasitas komputasi AI yang masih menjadi tantangan di tingkat global.

Selain itu, efisiensi kini menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan investor maupun pelanggan. Tingginya biaya pengembangan AI membuat perusahaan teknologi dituntut mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga lebih hemat energi dan biaya operasional.

Di sisi lain, banyak perusahaan teknologi juga mulai berupaya mengurangi ketergantungan terhadap Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar chip AI dunia. Dominasi Nvidia membuat banyak pengembang AI bergantung pada pasokan perangkat keras dari perusahaan tersebut.

OpenAI dan Anthropic Juga Mengembangkan Chip Sendiri

Google bukan satu-satunya perusahaan yang mengambil langkah tersebut. Pada Juni lalu, OpenAI mengumumkan chip kustom pertamanya yang diberi nama Jalapeño, sebuah prosesor yang dirancang khusus untuk kebutuhan inference AI.

Sementara itu, awal bulan ini muncul laporan bahwa Anthropic sedang menjajaki kerja sama dengan Samsung untuk mengembangkan chip AI generasi berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan dalam industri perangkat keras AI semakin intens dan menjadi fokus utama perusahaan-perusahaan teknologi global.

Investor Sambut Positif Kabar Frozen v2

Sebelumnya, investor sempat menyoroti besarnya anggaran yang disiapkan Alphabet untuk memperkuat strategi AI mereka. Pada awal tahun ini, Google mengungkapkan rencana belanja modal sebesar US$180 miliar hingga US$190 miliar guna mendukung pengembangan infrastruktur AI.

Dengan investasi sebesar itu, perusahaan tentu dituntut mampu membuktikan bahwa pengeluaran tersebut akan memberikan hasil yang sepadan.

Baca Juga : OpenAI Gandeng Broadcom untuk Produksi Chip AI Sendiri

Kabar mengenai pengembangan chip Frozen v2 yang diklaim jauh lebih efisien tampaknya berhasil meningkatkan optimisme pasar. Setelah laporan The Information dipublikasikan, harga saham Alphabet tercatat naik sekitar 3% pada perdagangan Senin pagi, menjelang perusahaan merilis laporan keuangan resminya pada pekan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *