Truecaller Kini Bisa Putuskan Telepon Penipu untuk Keluarga Anda

Fitur Terbaru TruecallerPlatform identifikasi penelepon Truecaller kembali menghadirkan inovasi baru yang cukup menarik. Kali ini, mereka merilis fitur yang memungkinkan satu orang menjadi admin dalam grup keluarga, memantau panggilan mencurigakan, bahkan memutuskan telepon atas nama anggota lain jika terindikasi penipuan.

Baca Juga : 7 Aplikasi Two-Factor Authentication Terbaik untuk Lindungi Akunmu

Fitur ini tentu jadi angin segar, terutama di tengah maraknya kasus scam yang makin canggih dan sulit dikenali.

Fitur Baru Truecaller

Fitur Baru Truecaller

Truecaller, yang kini memiliki lebih dari 450 juta pengguna di seluruh dunia, sebenarnya sudah lebih dulu meluncurkan fitur ini pada Desember lalu di beberapa negara seperti Swedia, Chile, Malaysia, dan Kenya.

Melihat hasil yang cukup menjanjikan, akhirnya fitur ini resmi dirilis secara global, termasuk di India yang menjadi pasar terbesar mereka. Kabar baiknya, fitur ini bisa digunakan secara gratis, bahkan tanpa harus berlangganan paket premium Truecaller.

Cara Kerja Fitur Grup Keluarga

Dengan fitur ini, satu orang yang lebih paham teknologi bisa ditunjuk sebagai admin dalam grup yang berisi maksimal lima anggota.

Setelah semua anggota bergabung, admin akan mendapatkan notifikasi jika ada panggilan yang terindikasi sebagai penipuan. Menariknya lagi, jika admin merasa panggilan tersebut berbahaya, mereka bisa langsung mengakhiri panggilan tersebut dari jarak jauh.

Namun, ada sedikit catatan:

  • Notifikasi panggilan penipuan bisa diterima baik dari pengguna Android maupun iOS.

  • Tapi fitur untuk memutuskan panggilan saat ini baru tersedia untuk perangkat Android.

Fitur Tambahan yang Bikin Lebih Aman

Tidak hanya itu, Truecaller juga menambahkan beberapa fitur pendukung yang cukup berguna, khususnya untuk memantau anggota keluarga yang lebih rentan seperti orang tua.

Di perangkat Android, anggota grup bisa memberikan izin kepada admin untuk melihat:

  • Aktivitas secara real-time (misalnya sedang berjalan atau berkendara)

  • Status baterai

  • Mode suara ponsel (silent atau tidak)

Dengan begitu, admin bisa menentukan waktu yang tepat untuk menghubungi mereka tanpa mengganggu aktivitas penting.

Selain itu, admin juga bisa:

  • Memblokir nomor tertentu

  • Memblokir kode panggilan internasional

  • Membagikan daftar blokir ke seluruh anggota grup

Meski begitu, Truecaller menegaskan bahwa privasi tetap dijaga. Admin tidak bisa melihat riwayat panggilan non-spam maupun SMS anggota lainnya.

Peran AI dalam Mendeteksi Penipuan

Truecaller juga terus mengembangkan teknologi berbasis AI. Sebelumnya, mereka sudah memperkenalkan fitur voicemail dengan asisten AI yang mampu merangkum isi percakapan secara otomatis.

Ke depannya, pendekatan serupa akan digunakan untuk fitur perlindungan keluarga. AI akan membantu mengidentifikasi jenis penipuan yang diterima anggota grup, bahkan berpotensi memberikan peringatan secara lebih detail kepada admin.

Lebih lanjut, Truecaller juga sedang mengeksplorasi teknologi yang bisa:

  • Menyaring panggilan secara otomatis

  • Memutuskan panggilan jika terdeteksi kata-kata yang sering digunakan dalam penipuan

Contohnya seperti istilah “digital arrest”, yaitu modus di mana pelaku berpura-pura menjadi aparat hukum untuk menakut-nakuti korban.

Lonjakan Kasus Penipuan Jadi Latar Belakang

Fitur ini hadir bukan tanpa alasan. Di India, misalnya, kasus panggilan penipuan terus meningkat dan menyebabkan kerugian finansial yang besar.

Truecaller mengungkapkan bahwa mereka berhasil mengidentifikasi lebih dari 7,7 miliar panggilan penipuan sepanjang tahun lalu.

Pemerintah setempat juga sudah mengambil berbagai langkah, termasuk kebijakan seperti SIM binding. Namun, kebijakan ini sempat menuai kontroversi karena berpotensi memengaruhi aplikasi komunikasi seperti WhatsApp dan Telegram.

Tantangan yang Dihadapi Truecaller

Di balik inovasinya, Truecaller juga menghadapi tantangan serius. Dalam 12 bulan terakhir, nilai saham perusahaan ini turun lebih dari 80%.

Pada laporan Q4 2025, Truecaller mencatat:

  • EBITDA turun 49% secara tahunan

  • Pendapatan iklan menurun hingga 31%

Selain itu, mereka juga harus bersaing dengan sistem CNAP (Caller Name Presentation) di India, yang menampilkan nama penelepon berdasarkan data operator.

Meski begitu, CEO Truecaller, Rishit Jhunjhunwala, menyebut bahwa dampak CNAP terhadap pertumbuhan pengguna sejauh ini masih terbatas. Ia juga menegaskan bahwa Truecaller menawarkan lebih dari sekadar nama penelepon, termasuk konteks tambahan dan laporan berbasis komunitas.

Baca Juga : Aplikasi Beli Tiket Bioskop dengan Promo dan Diskon Menarik

Kesimpulan

Dengan hadirnya fitur ini, Truecaller menunjukkan langkah baru dalam menghadapi masalah penipuan yang semakin kompleks.

Bukan hanya sekadar aplikasi identifikasi nomor, kini Truecaller mulai bertransformasi menjadi platform perlindungan digital untuk keluarga.

Jadi, kalau kamu punya orang tua atau kerabat yang rentan terhadap scam, fitur ini bisa jadi solusi praktis untuk memberikan perlindungan ekstra—langsung dari genggaman tangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *