Microsoft akhirnya angkat bicara terkait gangguan yang cukup mengganggu di update Windows terbarunya. Perusahaan asal Redmond ini mengonfirmasi adanya bug pada pembaruan non-keamanan (non-security preview) November 2025 dengan kode KB5070311, yang berdampak pada kegagalan koneksi RemoteApp di lingkungan Azure Virtual Desktop (AVD).
Baca Juga : MostereRAT Serang Windows Lewat AnyDesk & TightVNC, Awas Akses Remote Ilegal!
Update tersebut mencakup build OS 26200.7309 dan 26100.7309, serta patch lanjutan yang ternyata memicu masalah serius, khususnya bagi pengguna enterprise. Meski begitu, Microsoft menegaskan bahwa tidak semua sesi desktop terdampak oleh bug ini.
Masalah Utama Terjadi di Lingkungan Enterprise
Dari laporan yang masuk, gangguan ini paling banyak dialami oleh organisasi yang menjalankan Windows 11 versi 24H2 dan 25H2, serta Windows Server 2025. Masalahnya muncul ketika RemoteApp—fitur yang digunakan untuk mempublikasikan aplikasi individual melalui AVD—gagal terhubung setelah update diinstal.
Buat yang belum familiar, RemoteApp memungkinkan pengguna mengakses aplikasi tertentu tanpa harus membuka seluruh desktop virtual. Fitur ini banyak digunakan di lingkungan kerja modern karena lebih efisien, aman, dan mendukung skema kerja jarak jauh.
Namun setelah update KB5070311 diterapkan sejak 1 Desember 2025, banyak organisasi melaporkan bahwa stream RemoteApp mereka tidak bisa diakses sama sekali. Hasilnya, workflow terganggu dan tim IT harus bergerak cepat mencari solusi.
Akar Masalah: Perubahan Penanganan RDP
Microsoft menjelaskan bahwa penyebab utama gangguan ini berasal dari perubahan cara sistem menangani Remote Desktop Protocol (RDP) shell. Perubahan tersebut ternyata berdampak langsung pada mekanisme RemoteApp di AVD.
Kabar baiknya, pengguna rumahan relatif aman. Microsoft menegaskan bahwa Windows Home dan Pro di perangkat personal hampir tidak terdampak, karena penggunaan AVD di luar lingkungan enterprise terbilang sangat jarang.
Dalam pernyataan resminya, Microsoft menyebutkan:
“Individuals using Windows Home or Pro editions… are very unlikely to experience this issue.”
Sebaliknya, tim IT di perusahaan justru harus berjibaku karena banyak workload virtual yang sangat bergantung pada RemoteApp untuk distribusi aplikasi yang aman.
Microsoft Sarankan Solusi Sementara
Sambil menyiapkan perbaikan permanen, Microsoft meminta organisasi terdampak untuk segera menerapkan solusi sementara (workaround). Saat ini, ada dua opsi utama yang bisa dipilih.
Opsi 1: Edit Registry Secara Manual
Solusi pertama adalah melakukan perubahan manual di Windows Registry. Cara ini cukup efektif, tetapi perlu kehati-hatian ekstra karena kesalahan edit registry bisa memicu masalah lain.
Langkahnya sebagai berikut:
-
Buka Command Prompt dengan hak administrator (Run as Administrator).
-
Jalankan perintah berikut:
reg add “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\WinLogon\ShellPrograms\RdpShell.exe” /v “ShouldStartRailRPC” /t REG_DWORD /d 1 /f
-
Setelah itu, restart perangkat.
Microsoft sangat menyarankan agar administrator melakukan backup registry terlebih dahulu sebelum menerapkan perubahan ini untuk menghindari potensi ketidakstabilan sistem.
Opsi 2: Gunakan Known Issue Rollback (KIR)
Opsi kedua memanfaatkan fitur Known Issue Rollback (KIR), yaitu mekanisme mitigasi otomatis dari Microsoft. Untuk perangkat Windows Pro dan Enterprise yang menerima update langsung dari Microsoft, perbaikan ini akan diterapkan secara otomatis.
Distribusi KIR dimulai sejak 12 Desember 2025 pukul 18.00 PT, dan bisa memakan waktu hingga 24 jam. Melakukan restart perangkat bisa mempercepat proses penerapan perbaikan ini.
Bagi administrator enterprise yang mengelola update melalui kebijakan IT internal, Microsoft menyediakan paket MSI KB5072033_25121301401. Paket ini dapat diterapkan melalui Group Policy dengan konfigurasi:
Computer Configuration > Administrative Templates
Setelah kebijakan diterapkan, sistem perlu direstart agar perubahan berjalan optimal.
Pantau Informasi Resmi dari Azure Portal
Organisasi yang terdampak juga disarankan untuk memantau Azure Portal, khususnya pada Messages ID: Q_P4-HFG, untuk mendapatkan informasi dan panduan yang lebih spesifik sesuai lingkungan masing-masing.
Microsoft memastikan bahwa perbaikan permanen akan dirilis melalui update mendatang. Setelah update tersebut tersedia dan diterapkan, seluruh workaround yang sebelumnya digunakan bisa dilepas dengan aman.
Baca Juga : Waspada! Kerentanan WSUS di Windows Server Bisa Jadi Jalan Masuk Hacker
Catatan Penting untuk Tim IT
Insiden ini kembali menyoroti tantangan klasik terkait keandalan update Windows, terutama di lingkungan hybrid cloud. Di saat banyak perusahaan mengandalkan AVD sebagai solusi zero-trust access untuk aplikasi bisnis, gangguan seperti ini bisa membuka risiko operasional yang cukup besar.
Apalagi, serangan siber yang menargetkan RDP terus meningkat. Karena itu, tim IT disarankan untuk terus memantau halaman resmi KB5070311 serta dokumentasi AVD RemoteApp, sembari memastikan sistem tetap terlindungi dan update diterapkan dengan strategi yang matang.


