Microsoft akhirnya mengonfirmasi adanya bug serius pada update kumulatif Windows 11 terbaru mereka, yaitu KB5089549, yang dirilis dalam Patch Tuesday Mei 2026. Bug ini membuat sebagian pengguna gagal melakukan instalasi update dan memunculkan kode error 0x800f0922. Bahkan, beberapa pengguna juga melaporkan munculnya error tambahan seperti 0x80240069 dan 0x80240031.
Baca Juga : BitUnlocker Attack di Windows 11 Buka Disk Enkripsi dalam 5 Menit
Masalah ini resmi ditambahkan Microsoft ke dalam changelog pembaruan pada 15 Mei 2026, hanya tiga hari setelah update tersebut dirilis ke publik.
Sebagai informasi, KB5089549 merupakan update wajib untuk Windows 11 versi 25H2 dan 24H2 yang dirilis pada 12 Mei 2026. Update ini membawa build OS ke versi 26200.8457 dan 26100.8457. Selain menghadirkan patch keamanan terbaru Mei 2026, pembaruan ini juga menyertakan peningkatan kualitas non-keamanan dari preview update April sebelumnya, yakni KB5083631.
Tidak hanya itu, Microsoft juga menyisipkan perubahan penting pada infrastruktur Secure Boot yang membuat update ini cukup krusial untuk sistem keamanan Windows 11.
Penyebab Error 0x800f0922 di Windows 11
Setelah menerima banyak laporan dari pengguna, Microsoft akhirnya menemukan penyebab utama munculnya error 0x800f0922. Masalah ternyata berasal dari ruang penyimpanan yang tidak mencukupi pada EFI System Partition (ESP).
EFI System Partition sendiri merupakan partisi kecil khusus di dalam drive komputer yang digunakan untuk menyimpan file boot penting sistem operasi. Karena kapasitasnya cukup terbatas, penambahan file baru dari update KB5089549 membuat beberapa perangkat kehabisan ruang kosong saat proses instalasi berlangsung.
Pada update ini, Microsoft menambahkan folder baru bernama SecureBoot di direktori C:\Windows pada perangkat yang kompatibel. Folder tersebut berisi berbagai file dan contoh script otomatisasi yang dirancang untuk membantu administrator IT dalam mengelola pembaruan sertifikat Secure Boot di lingkungan perusahaan.
Nah, penambahan file-file inilah yang membuat penggunaan ruang pada partisi ESP meningkat dan memicu kegagalan instalasi di perangkat dengan kapasitas ESP yang terlalu kecil.
Pembaruan Secure Boot Jadi Fokus Utama
Salah satu fitur utama dalam update KB5089549 adalah peluncuran bertahap sertifikat Secure Boot terbaru. Microsoft menjelaskan bahwa sistem akan menambahkan data penargetan perangkat dengan tingkat kepercayaan tinggi agar distribusi update bisa menjangkau perangkat yang memenuhi syarat secara lebih akurat.
Menariknya, perangkat hanya akan menerima sertifikat baru tersebut setelah sistem mendeteksi sinyal keberhasilan update yang memadai. Langkah ini dilakukan Microsoft untuk menjaga proses rollout tetap aman dan terkendali.
Selain itu, update ini juga menghadirkan contoh script otomatisasi di folder SecureBoot yang bisa dimanfaatkan profesional IT di lingkungan Active Directory. Script tersebut memungkinkan proses deployment sertifikat Secure Boot dilakukan secara otomatis dan lebih aman dalam skala besar.
Perbaikan Penting Lain di Update KB5089549
Selain peningkatan Secure Boot, Microsoft juga membawa sejumlah perbaikan penting lainnya melalui update ini, di antaranya:
1. Mengatasi BitLocker Recovery Loop
Microsoft memperbaiki bug yang sebelumnya membuat beberapa perangkat masuk ke mode BitLocker Recovery setelah pembaruan file boot pada update April 2026 KB5083769. Masalah ini terutama terjadi pada perangkat dengan pengaturan validasi TPM PCR7 yang tidak valid.
2. Peningkatan Stabilitas Boot Manager
Update terbaru ini juga meningkatkan keandalan proses startup Windows agar perangkat dapat melakukan booting secara normal setelah pembaruan file boot tanpa masuk ke recovery mode.
3. Perbaikan Layanan SSDP
Microsoft turut meningkatkan stabilitas layanan Simple Service Discovery Protocol (SSDP) agar tidak lagi mengalami kondisi freeze atau tidak merespons.
4. Dukungan Daylight Saving Time Mesir
KB5089549 juga menambahkan dukungan perubahan Daylight Saving Time (DST) terbaru untuk Republik Arab Mesir yang mulai berlaku sejak 2023.
Baca Juga : Bug Microsoft Outlook di Windows Bikin Aplikasi Crash Saat Buka Email
Microsoft Sedang Siapkan Solusi
Saat ini Microsoft mengaku sedang menggulirkan perbaikan untuk perangkat yang terdampak masalah tersebut. Administrator sistem di lingkungan enterprise juga disarankan memanfaatkan script otomatisasi Secure Boot terbaru guna memantau status pembaruan sertifikat dan mengelola deployment bertahap melalui Active Directory.
Microsoft juga meminta organisasi dan pengguna enterprise untuk terus memantau Windows Release Health Dashboard agar mendapatkan informasi terbaru terkait proses perbaikan bug ini.
Sementara itu, pengguna yang sebelumnya sudah menginstal cumulative update terdahulu kemungkinan hanya akan mengunduh perubahan incremental dari paket terbaru ini, sehingga kebutuhan ruang pada partisi ESP bisa lebih kecil dibanding instalasi penuh.


