Fitur Baru Microsoft Teams Bisa Lacak Lokasi Karyawan Berdasarkan Wi-Fi

Fitur Baru Microsoft Teams Bisa Lacak Lokasi Karyawan Berdasarkan Wi-FiMicrosoft kembali menyiapkan pembaruan besar untuk Microsoft Teams. Kali ini, fitur yang akan dirilis cukup menyita perhatian karena menyentuh aspek privasi karyawan. Lewat update terbaru, Microsoft Teams nantinya bisa mendeteksi dan menampilkan lokasi kerja fisik pengguna secara otomatis berdasarkan jaringan Wi-Fi yang digunakan.

Baca Juga : QR Code Palsu Jadi Senjata Baru Hacker untuk Serang Akun Microsoft Kalian

Informasi ini muncul dalam Microsoft 365 Roadmap dengan ID 488800. Berdasarkan roadmap tersebut, fitur ini dijadwalkan mulai tersedia pada Maret 2026 untuk layanan cloud Worldwide (Standard Multi-Tenant). Meski digadang-gadang mampu meningkatkan kolaborasi kerja hybrid, fitur ini juga memicu perdebatan soal batas antara efisiensi dan pengawasan.

Ditujukan untuk Kerja Hybrid yang Lebih Rapi

Fitur pelacakan lokasi berbasis Wi-Fi ini akan tersedia untuk platform Desktop dan Mac. Tujuan utamanya adalah membantu tim kerja hybrid agar lebih mudah berkoordinasi, terutama untuk mengetahui di gedung atau kantor mana seorang rekan sedang bekerja.

Dengan adanya informasi lokasi yang otomatis diperbarui, karyawan tidak perlu lagi menebak-nebak apakah rekan kerjanya sedang berada di kantor pusat, cabang tertentu, atau bekerja dari rumah. Bagi organisasi besar dengan banyak gedung, fitur ini diklaim bisa mengurangi miskomunikasi saat menjadwalkan rapat tatap muka.

Jadwal Rilis yang Sempat Mundur

Menariknya, fitur ini bukan tanpa drama. Awalnya, Microsoft merencanakan peluncuran pada Januari 2026, lalu diundur ke Februari, dan akhirnya dipastikan baru akan mulai digulirkan pada Maret 2026.

Microsoft sendiri tidak memberikan penjelasan teknis secara rinci terkait penundaan tersebut. Namun, banyak pihak di industri menilai keterlambatan ini berkaitan dengan sensitivitas pengaturan privasi serta kebutuhan konfigurasi yang cukup kompleks di sisi administrator IT.

Berikut ringkasan rilis fitur ini:

  • Roadmap ID: 488800

  • Nama Fitur: Automatically update work location via organization’s Wi-Fi

  • Tahap Rilis: General Availability

  • Mulai Digulirkan: Maret 2026

  • Platform: Desktop, Mac

  • Status Default: Nonaktif (harus diaktifkan oleh admin)

Mengandalkan Identifikasi Jaringan

Secara teknis, fitur ini bekerja dengan memanfaatkan identifikasi jaringan Wi-Fi. Ketika pengguna terhubung ke jaringan Wi-Fi organisasi (SSID) yang sudah dikenali, aplikasi Microsoft Teams akan mencocokkan jaringan tersebut dengan data lokasi yang sebelumnya dikonfigurasi oleh administrator.

Jika cocok, Teams akan memperbarui status lokasi kerja pengguna secara otomatis, misalnya menunjukkan gedung atau kantor tertentu. Semua proses ini terjadi tanpa perlu intervensi manual dari pengguna.

Fitur ini sebenarnya merupakan pengembangan dari fitur “Work Location” yang sudah diperkenalkan sebelumnya. Bedanya, kini prosesnya menjadi otomatis, sehingga pengguna tidak perlu lagi mengatur lokasi kerja secara manual setiap hari.

Pengaman Privasi yang Disiapkan Microsoft

Menyadari potensi kontroversi, Microsoft menambahkan beberapa pembatas (guardrails) untuk meredam kekhawatiran terkait privasi karyawan.

Pertama, fitur ini bersifat opt-in. Artinya, secara default fitur akan nonaktif, dan hanya bisa digunakan jika administrator organisasi mengaktifkannya. Bahkan setelah diaktifkan oleh admin, pengguna tetap harus memberikan persetujuan pribadi sebelum lokasi mereka dibagikan.

Kedua, Microsoft menetapkan batasan waktu. Teams tidak akan memperbarui lokasi kerja di luar jam kerja yang telah ditentukan. Selain itu, status lokasi akan dihapus otomatis di akhir hari kerja, sehingga tidak ada pelacakan berkelanjutan di luar jam kantor.

Meski begitu, frasa “memerlukan persetujuan pengguna” tetap menuai sorotan. Dalam praktiknya, terutama di lingkungan korporasi, opsi opt-in bisa saja berubah menjadi kewajiban jika kebijakan perusahaan mengharuskan visibilitas lokasi demi kepatuhan atau pencatatan kehadiran.

Kontroversi “Big Brother” Kembali Muncul

Tak sedikit pihak yang menilai fitur ini sebagai langkah lanjutan menuju pengawasan tempat kerja. Kritik datang dari aktivis privasi hingga pekerja remote yang khawatir data kehadiran fisik mereka bisa dimonitor secara lebih detail.

Selama ini, status “Away” di Microsoft Teams saja sudah menjadi sumber friksi. Banyak pekerja jarak jauh diketahui menggunakan berbagai cara agar status mereka tidak berubah menjadi tidak aktif setelah lima menit, termasuk alat penggerak mouse otomatis.

Dengan mengaitkan status lokasi langsung ke infrastruktur jaringan fisik, Microsoft dinilai menutup celah ambiguitas lokasi kerja. Jika seorang pengguna tidak terhubung ke Wi-Fi kantor, maka tidak adanya label lokasi otomatis secara tidak langsung menunjukkan bahwa ia sedang bekerja dari luar kantor.

Baca Juga : Microsoft Teams Kini Bisa Atur Lokasi Kerja Secara Otomatis via Wi-Fi

Apa yang Perlu Disiapkan Perusahaan?

Menjelang peluncuran pada Maret 2026, administrator IT disarankan mulai menyiapkan kebijakan privasi, konfigurasi jaringan, serta strategi komunikasi internal. Transparansi menjadi kunci agar karyawan memahami untuk apa data lokasi ini digunakan, bagaimana disimpan, dan siapa yang bisa mengaksesnya.

Bagi perusahaan, fitur ini bisa menjadi alat koordinasi yang efisien. Namun tanpa pengelolaan yang bijak, bukan tidak mungkin justru memicu ketidaknyamanan dan penolakan dari karyawan. Seperti banyak teknologi lainnya, semuanya kembali pada cara penggunaan dan batasan yang diterapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *