Perkembangan teknologi AI di industri musik makin menarik untuk diikuti. Kali ini, perusahaan voice AI ElevenLabs resmi meluncurkan versi terbaru model pembuat musik berbasis kecerdasan buatan mereka yang diberi nama Music v2. Menariknya, model AI terbaru ini diklaim mampu mengganti genre musik di tengah lagu tanpa membuat transisi terdengar aneh atau kehilangan alur musiknya.
Baca Juga : 8 Aplikasi AI Merubah Suara Yang Wajib Kamu Coba!
Peluncuran Music v2 hadir sekitar 10 bulan setelah ElevenLabs memperkenalkan versi pertama model AI musik mereka. Pada versi terbaru ini, perusahaan fokus meningkatkan kemampuan AI dalam menangani komposisi musik yang lebih kompleks, termasuk kualitas vokal dan perpindahan genre yang lebih mulus.
ElevenLabs menjelaskan bahwa Music v2 dapat berpindah dari musik opera ke heavy metal lalu kembali lagi tanpa mengurangi kualitas lagu. Tidak hanya itu, AI ini juga mampu menghasilkan rap cepat dengan lirik yang tetap terdengar jelas dan konsisten. Bahkan, pengguna bisa menambahkan efek suara non-musik ke dalam track yang dibuat.
Salah satu fitur menarik lainnya adalah kemampuan untuk mengedit bagian tertentu dari lagu tanpa harus mengubah keseluruhan track. Jadi, kreator musik cukup memilih bagian yang ingin diperbarui lalu memberikan prompt atau instruksi tertentu kepada AI. Nantinya, Music v2 akan membuat ulang bagian tersebut sesuai kebutuhan tanpa menyentuh bagian lagu lainnya.
Kemampuan ini tentu memberi fleksibilitas lebih besar bagi musisi, kreator konten, maupun tim produksi audio yang ingin melakukan revisi secara cepat dan praktis.
Selain itu, ElevenLabs juga menghadirkan sistem pembuatan lagu yang lebih terstruktur. Jika sebelumnya AI musik umumnya hanya menghasilkan klip pendek, kini pengguna dapat membuat lagu berdasarkan beberapa bagian seperti intro, verse, hingga chorus secara terpisah. Setelah itu, seluruh bagian bisa digabungkan menjadi satu lagu utuh.
Menurut ElevenLabs, model terbaru ini juga bekerja lebih stabil untuk berbagai bahasa, lirik, vokal, hingga aransemen musik yang lebih rumit. Hal ini menjadi salah satu peningkatan penting mengingat banyak pengguna AI musik berasal dari berbagai negara dengan kebutuhan bahasa yang berbeda-beda.
Dalam beberapa bulan terakhir, persaingan AI pembuat musik memang semakin ketat. Sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Google, Stability AI, hingga Suno turut menghadirkan model AI musik terbaru yang mampu menghasilkan lagu dengan kualitas profesional dan durasi lebih panjang.
Bahkan pada ajang Google I/O beberapa waktu lalu, Google memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan pengguna membuat cover lagu, mengedit bagian tertentu dari musik, hingga menghasilkan video musik secara otomatis lewat tool bernama Flow Music.
Di sisi lain, ElevenLabs juga menegaskan bahwa Music v2 dibangun menggunakan data berlisensi dan sudah aman digunakan untuk kebutuhan komersial. Artinya, pengguna dapat memakai hasil musik AI tersebut secara bebas tanpa khawatir masalah hak cipta.
Baca Juga : ElevenLabs Rilis Aplikasi AI untuk Membuat Musik Otomatis
Langkah ini menjadi cukup penting karena sebelumnya beberapa startup AI musik seperti Suno dan Udio sempat menghadapi gugatan terkait pelanggaran copyright.
Saat ini, Music v2 sudah tersedia melalui tool ElevenCreative yang ditujukan untuk kebutuhan marketing dan branding. Selain itu, model AI ini juga hadir di platform ElevenMusic yang baru diluncurkan untuk membuat lagu berbasis AI. ElevenLabs menambahkan bahwa dukungan untuk ElevenAPI akan segera menyusul dalam waktu dekat.


