Apple kembali memperkenalkan dua prosesor terbaru pada Selasa, yakni M5 Ultra dan M6. Kedua chip ini hadir untuk mendukung perangkat Mac generasi terbaru, termasuk Mac Mini dan Mac Studio, dengan peningkatan performa yang cukup signifikan dibandingkan generasi sebelumnya.
Baca Juga : Apple Ingatkan Pengguna iPhone tentang Serangan Spyware Berbahaya
M5 Ultra Jadi Chip Apple Paling Bertenaga
Apple menyebut M5 Ultra sebagai chip paling bertenaga yang pernah mereka buat. Prosesor ini menggabungkan dua chip M5 Max dual-die menjadi satu chip quad-die. Teknologi tersebut dirancang khusus untuk menangani beban kerja berat, terutama kebutuhan komputasi dan kecerdasan buatan (AI).
M5 Ultra menawarkan CPU hingga 36-core dan GPU hingga 80-core. Selain itu, chip ini memiliki unified memory bandwidth mencapai 1,2 TB/s. Angka tersebut sekitar 50 persen lebih tinggi dibandingkan M3 Ultra yang baru dirilis Apple sekitar satu setengah tahun lalu.
Dengan kemampuan tersebut, M5 Ultra ditujukan untuk pengguna profesional yang membutuhkan performa tinggi. Misalnya untuk pekerjaan rendering 3D kompleks, visual effects, hingga menjalankan model AI generasi terbaru.
Meski begitu, Mac Studio dengan M5 Ultra juga diperkirakan menarik perhatian para pengembang AI yang mengembangkan berbagai proyek secara mandiri.
M6 Hadir dengan Efisiensi Energi Lebih Baik
Berbeda dengan M5 Ultra, chip M6 lebih ditujukan untuk pengguna sehari-hari. Apple membangun M6 menggunakan proses fabrikasi 2 nm yang diklaim mampu memberikan performa tinggi dengan efisiensi energi yang lebih baik.
Wakil Presiden Silicon Engineering Apple, Sri Santhanam, mengatakan bahwa M6 membawa CPU complex baru, tambahan dua core CPU dan GPU, Dual 16-core Neural Engine, serta unified memory bandwidth yang lebih besar.
M6 memiliki CPU complex 12-core, atau dua core lebih banyak dibandingkan M5. Peningkatan tersebut membuat M6 mampu memberikan peningkatan hampir 30 persen pada peak GPU compute untuk kebutuhan AI dibandingkan M5.
Artinya, pengguna bisa mendapatkan proses yang lebih cepat ketika menjalankan LLM (Large Language Model) secara langsung di perangkat.
AI Bisa Diproses Langsung di Mac
Salah satu fokus Apple pada chip terbarunya adalah kemampuan menjalankan AI secara on-device. Dengan framework dan chip baru tersebut, pengembang dapat menjalankan sekaligus melakukan fine-tuning model AI berukuran besar secara lokal di perangkat Mac.
Apple menjelaskan bahwa berbagai tools dan framework pengembangnya akan mengoptimalkan kinerja CPU, GPU, serta Neural Engine secara otomatis.
Pengembang juga dapat memanfaatkan Apple Foundation Models, App Intents untuk menggunakan fitur Apple Intelligence, maupun model AI buatan mereka sendiri. Dengan begitu, berbagai pekerjaan AI bisa dijalankan sepenuhnya di perangkat tanpa harus selalu mengandalkan cloud.
Fokus pada Privasi dan Keamanan
Dalam persaingan AI, Apple memang masih tertinggal dari sejumlah kompetitornya dalam mengembangkan model AI milik sendiri. Bahkan, peningkatan Siri yang sudah lama dinantikan kabarnya menggunakan Gemini milik Google.
Namun, Apple memiliki keunggulan dalam pemrosesan langsung di perangkat. Teknologi seperti Face ID dan Touch ID menjadi contoh bagaimana perusahaan mengutamakan pemrosesan yang lebih aman dan privat tanpa harus mengirim seluruh data pengguna ke cloud.
Pendekatan serupa kini diterapkan pada AI. Dengan semakin banyak proses AI yang dilakukan langsung di Mac, Apple memiliki peluang untuk memberikan lingkungan yang lebih aman dan terkontrol bagi pengembang untuk mencoba berbagai teknologi AI baru.
Baca Juga : Apple Hadapi Ancaman Baru dari Kerentanan BootROM iPhone
Harga dan Ketersediaan
Perangkat Mac Mini terbaru kini sudah dapat dipesan melalui sistem preorder dengan harga mulai dari US$899. Apple menyebut perangkat tersebut akan mulai dikirim setelah 22 September.
Dengan hadirnya M5 Ultra dan M6, Apple kembali memperkuat lini chip buatannya, terutama untuk kebutuhan komputasi berperforma tinggi dan pengembangan AI secara lokal.


