Kerentanan Screen Sharing Apple Memungkinkan Hacker Ambil Akses Root

Kerentanan Screen Sharing Apple Memungkinkan Hacker Ambil Akses RootApple kembali menghadapi masalah keamanan pada sistem operasi macOS. Kali ini, kerentanan ditemukan pada fitur Screen Sharing yang seharusnya digunakan untuk memberikan akses melihat atau mengendalikan layar dari jarak jauh.

Baca Juga : Google Luncurkan Enkripsi End-to-End Gmail untuk Android dan iOS

Kerentanan tersebut tercatat sebagai CVE-2026-43760 dan ditemukan pada layanan screensharingd beserta komponen file-copy SSFileCopySender dan SSFileCopyReceiver. Masalah ini dapat terjadi pada perangkat macOS yang mengaktifkan Screen Sharing atau Remote Management, terutama jika opsi autentikasi VNC dengan password lama masih digunakan.

Berawal dari Masalah Autentikasi

Pada dasarnya, layanan Screen Sharing Apple memiliki dua jalur autentikasi yang berbeda. Saat pengguna masuk menggunakan autentikasi bawaan Apple, sistem dapat mengenali akun macOS yang digunakan.

Dengan begitu, ketika pengguna melakukan operasi seperti menyalin file, proses tersebut berjalan menggunakan hak akses akun yang bersangkutan. Artinya, pengguna biasa tidak seharusnya bisa membaca atau mengubah file yang hanya dapat diakses oleh administrator atau root.

Masalah muncul ketika pengguna terhubung menggunakan metode VNC authentication. Metode ini hanya membutuhkan password yang dikonfigurasi melalui opsi “VNC viewers may control screen with password”.

Pada kondisi tersebut, tidak ada identitas akun macOS yang melekat pada koneksi. Namun, komponen file-copy tetap menjalankan proses dengan hak akses root.

Di sinilah celah keamanan tersebut menjadi serius.

Bisa Membaca dan Menulis File sebagai Root

Kerentanan ini memiliki dua sisi. Pada sisi pembacaan, pengguna jarak jauh dapat meminta SSFileCopySender mengambil file tertentu dari perangkat.

Karena proses berjalan dengan hak akses root, sistem dapat mengembalikan isi file yang seharusnya tidak bisa dibaca oleh akun biasa. Salah satu contohnya adalah /etc/sudoers, yang berisi aturan mengenai hak akses sudo pada sistem.

Sementara itu, pada sisi penulisan, SSFileCopyReceiver memungkinkan pengguna menentukan lokasi tujuan, nama file, permission, hingga isi file yang ingin dibuat. Semua operasi tersebut kembali dilakukan menggunakan hak akses root.

Peneliti dari Bynar memanfaatkan kemampuan tersebut untuk membuat file baru di /private/etc/sudoers.d. Direktori ini memiliki fungsi penting karena file dengan format dan permission yang sesuai di dalamnya akan dipercaya oleh perintah sudo.

Dengan membuat aturan sudoers yang valid dan dimiliki oleh root, peneliti berhasil memberikan akses sudo tanpa password kepada akun yang sebelumnya bukan administrator.

Setelah itu, hanya dengan menjalankan satu perintah, peneliti dapat membuka root shell secara interaktif. Seluruh proses dilakukan dari jarak jauh melalui sesi Screen Sharing yang sudah terautentikasi.

Menariknya, serangan ini tidak membutuhkan memory corruption, buffer overflow, maupun rangkaian exploit yang kompleks. Masalahnya justru berasal dari kesalahan logika dan otorisasi.

Dampaknya Lebih Serius dari Penilaian Apple

Apple menjelaskan kerentanan ini secara sederhana sebagai masalah yang memungkinkan aplikasi mengakses data sensitif pengguna. Namun, peneliti menilai deskripsi tersebut belum menggambarkan dampak sebenarnya.

Pasalnya, celah ini bukan hanya memungkinkan pembacaan data, tetapi juga pembuatan file dengan hak akses root hingga eksekusi perintah secara remote.

Analisis independen bahkan memberikan skor CVSS 3.1 hingga 8.8 dalam skenario ketika sesi yang tidak terkunci sudah aktif. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penilaian resmi Apple sebesar 5.5.

Apple Sudah Merilis Perbaikan

Apple telah memperbaiki kerentanan CVE-2026-43760 melalui pembaruan macOS Tahoe 26.6 dan macOS Sonoma 14.8.8, yang dirilis pada 27 Juli 2026.

Bagi pengguna yang belum dapat melakukan update, Apple menyarankan untuk menonaktifkan opsi “VNC viewers may control screen with password”. Jika akses jarak jauh tidak diperlukan, Screen Sharing dan Remote Management juga sebaiknya dimatikan.

Perlu diperhatikan, sekadar mengganti password VNC tidak menyelesaikan masalah karena akar persoalannya berada pada mekanisme otorisasi.

Kasus ini juga menunjukkan perubahan pola dalam penelitian keamanan. Ketika perlindungan seperti Memory Integrity Enforcement dan Pointer Authentication semakin menyulitkan eksploitasi tradisional, celah logika dan otorisasi menjadi semakin menarik untuk diteliti.

Baca Juga : Siri AI Baru Kini Bisa Dicoba Semua Pengguna iOS 27 Beta

Dalam kasus seperti ini, setiap fungsi mungkin bekerja sesuai rancangan. Namun, ketika sistem memberikan hak akses kepada pihak yang salah, fitur yang terlihat aman pun bisa berubah menjadi jalan menuju akses root.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *