Apple kembali menjadi sorotan setelah fitur Private Relay dilaporkan memiliki celah yang dapat membocorkan alamat IP asli pengguna. Fitur yang dirancang untuk meningkatkan privasi saat menjelajah internet menggunakan browser Safari ini ternyata bisa dilewati melalui serangkaian kelemahan yang ditemukan oleh para peneliti keamanan.
Baca Juga : Google Gemini Akan Dukung Fitur AI Apple Seperti Siri
Temuan tersebut tentu menjadi perhatian, mengingat Apple selama ini mempromosikan Private Relay sebagai salah satu fitur privasi unggulan bagi pengguna perangkat iPhone, iPad, dan Mac. Meski bertujuan menyembunyikan identitas pengguna di internet, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perlindungan tersebut tidak sepenuhnya efektif dalam kondisi tertentu.
Peneliti Temukan Celah pada Apple Private Relay
Dua peneliti keamanan, Talal Haj Bakry dan Tommy Mysk, mengungkapkan temuan mereka melalui sebuah postingan blog yang dipublikasikan pada hari Selasa. Dalam laporannya, mereka menjelaskan bahwa terdapat beberapa kelemahan yang memungkinkan alamat IP asli pengguna tetap dapat diketahui meskipun fitur Private Relay sedang aktif.
Tak hanya menjelaskan hasil risetnya, keduanya juga menyediakan sebuah situs web yang memungkinkan siapa saja untuk menguji apakah alamat IP asli mereka masih dapat terdeteksi saat menggunakan Private Relay.
Laporan dari TechCrunch menyebutkan bahwa pengujian yang dilakukan pada hari yang sama berhasil membuktikan situs tersebut mampu menampilkan alamat IP asli meskipun Private Relay telah diaktifkan. Sebelumnya, temuan ini juga pertama kali diberitakan oleh 404 Media.
Penyebab Kebocoran Berasal dari WebKit
Menurut penjelasan Bakry dan Mysk, akar permasalahan berasal dari tiga fitur yang terdapat pada WebKit, yaitu mesin browser milik Apple yang digunakan oleh seluruh browser di sistem operasi iOS.
Mereka menilai kombinasi kelemahan pada komponen tersebut memungkinkan mekanisme Private Relay dapat dilewati sehingga identitas jaringan pengguna tetap bisa diketahui.
Perlu diketahui, Private Relay hanya tersedia bagi pelanggan iCloud+ dan memiliki cara kerja yang berbeda dibandingkan Virtual Private Network (VPN).
Jika VPN melindungi alamat IP pada tingkat sistem sehingga seluruh koneksi perangkat terlindungi, Private Relay hanya bekerja ketika pengguna mengakses internet melalui browser Safari. Dengan kata lain, fitur ini tidak memberikan perlindungan terhadap aktivitas internet di aplikasi lain.
Peneliti Memilih Tidak Melaporkan ke Apple
Dalam unggahan di platform X, Tommy Mysk mengungkapkan alasan mengapa mereka memutuskan untuk tidak melaporkan temuan tersebut kepada Apple melalui jalur resmi.
Menurutnya, pengalaman sebelumnya membuat mereka pesimis terhadap proses penanganan laporan keamanan oleh Apple.
“Pengalaman kami sebelumnya dengan Apple menunjukkan bahwa pelaporan masalah seperti ini sering kali memerlukan waktu berbulan-bulan, komunikasi yang tidak konsisten, bahkan dalam beberapa kasus dampaknya justru dianggap tidak signifikan,” tulis Mysk.
Hingga laporan ini dipublikasikan, Apple juga belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait temuan tersebut.
Browser Psylo Diklaim Sudah Memiliki Perlindungan
Selain melakukan penelitian keamanan, Tommy Mysk dan timnya juga mengembangkan browser berfokus pada privasi bernama Psylo.
Mereka mengklaim bahwa browser tersebut kini telah memiliki mekanisme mitigasi yang dapat mencegah kebocoran alamat IP pengguna, termasuk terhadap metode yang mereka temukan pada Private Relay.
Baca Juga : Apple Hadapi Ancaman Baru dari Kerentanan BootROM iPhone
Temuan ini menjadi pengingat bahwa meskipun sebuah fitur privasi menawarkan lapisan perlindungan tambahan, tidak ada sistem yang benar-benar bebas dari potensi celah keamanan. Karena itu, pengguna tetap disarankan untuk selalu memperbarui perangkat ke versi terbaru dan memahami batasan dari setiap fitur keamanan yang digunakan.


