Algoritma Media Sosial Tak Lagi Dikendalikan Platform!

Akses Media SosialSelama bertahun-tahun, platform media sosial menjadi pihak yang paling menentukan konten apa saja yang muncul di beranda pengguna. Meskipun pengguna bisa mengikuti akun tertentu, menyukai postingan favorit, atau menyembunyikan konten yang tidak disukai, keputusan akhir tetap berada di tangan algoritma rekomendasi yang dikembangkan oleh masing-masing platform.

Baca Juga : Anti Buram! Cara Upload Story IG HD iPhone

Namun, kondisi tersebut mulai berubah. Sejumlah platform media sosial kini memberikan ruang yang lebih besar kepada pengguna untuk mengatur dan mempersonalisasi algoritma mereka sendiri dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Jika sebelumnya pengguna hanya mengandalkan tombol seperti “Not Interested” untuk mengurangi kemunculan konten tertentu, kini platform seperti Threads, Instagram, dan TikTok menghadirkan fitur yang memungkinkan pengguna melatih algoritma sesuai minat mereka. Dengan kata lain, pengguna memiliki kendali yang lebih besar terhadap jenis konten yang ingin mereka lihat setiap hari.

Perubahan ini menandai evolusi baru dalam sistem rekomendasi media sosial. Jika dulu feed media sosial bekerja layaknya saluran televisi yang menyajikan konten yang sama kepada banyak orang, kini konsepnya semakin mirip layanan streaming yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna.

Bagi pengguna, algoritma yang dapat dikustomisasi menawarkan pengalaman yang lebih relevan dan personal. Sementara bagi perusahaan media sosial, fitur ini menjadi cara efektif untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dengan menampilkan konten yang lebih sesuai dengan minat mereka.

Lalu, seperti apa cara Threads, Instagram, dan TikTok memberikan kendali lebih besar kepada penggunanya? Berikut penjelasannya.

Threads

Algoritma Threads

Pada 16 Juni 2026, Threads resmi meluncurkan fitur baru bernama “Your Algo”. Fitur ini merupakan pengembangan dari alat sebelumnya yang dikenal dengan nama “Dear Algo”, yang pertama kali diperkenalkan pada Februari 2026.

Melalui fitur Dear Algo, pengguna dapat memengaruhi algoritma dengan membuat postingan publik yang berisi permintaan tertentu. Misalnya, pengguna dapat menulis “Dear Algo, tampilkan lebih banyak konten tentang podcast” untuk memberi tahu sistem mengenai jenis konten yang ingin mereka lihat lebih sering.

Kini, melalui fitur Your Algo, pengguna tidak perlu lagi membuat postingan publik untuk menyampaikan preferensinya. Semua pengaturan dapat dilakukan secara pribadi langsung melalui fitur yang tersedia.

Pengguna dapat memberi tahu Threads mengenai topik apa yang ingin lebih sering muncul atau justru ingin dikurangi dari feed mereka. Menariknya, pengguna juga dapat menentukan durasi preferensi tersebut, mulai dari satu hari, tiga hari, hingga tujuh hari.

Sebagai contoh, seseorang dapat meminta Threads untuk menampilkan lebih banyak konten seputar olahraga baseball dan mengurangi kemunculan berita yang dianggap terlalu menegangkan atau membuat stres. Dengan cara ini, pengalaman menggunakan media sosial menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

Instagram

Algoritma Instagram

Tidak hanya Threads, Instagram juga melakukan langkah serupa. Pada awal Juni 2026, platform milik Meta tersebut memperkenalkan fitur baru bernama “Your Algorithm” yang memungkinkan pengguna melihat sekaligus mengatur faktor-faktor yang memengaruhi rekomendasi konten mereka.

Sebenarnya fitur ini sudah lebih dulu hadir untuk feed Reels sejak Desember 2025. Namun kini Instagram memperluas cakupannya sehingga dapat digunakan pada Feed utama, Explore, dan Reels.

Saat membuka fitur tersebut melalui menu pengaturan, pengguna akan melihat daftar topik yang dianggap paling menarik oleh algoritma Instagram berdasarkan aktivitas mereka. Setelah itu, pengguna dapat menyesuaikan topik yang diminati serta menentukan jenis konten yang ingin lebih sering atau lebih jarang ditampilkan.

Seiring waktu, rekomendasi yang muncul akan menyesuaikan dengan preferensi baru yang telah dipilih.

Kepala Instagram, Adam Mosseri, menjelaskan bahwa sistem peringkat konten media sosial selama ini dibangun menggunakan teknologi yang sulit dipahami oleh pengguna. Namun, perkembangan teknologi Large Language Models (LLM) memungkinkan sistem rekomendasi menjadi lebih transparan.

Melalui teknologi tersebut, pengguna dapat memahami alasan mengapa sebuah konten muncul di feed mereka sekaligus menyampaikan preferensi secara lebih jelas kepada algoritma.

TikTok

Algoritma TikTok

TikTok juga telah lebih dulu memberikan kontrol tambahan kepada penggunanya melalui fitur “Manage Topics” yang diluncurkan pada tahun 2024.

Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur tingkat kemunculan berbagai kategori konten di halaman For You. Beberapa kategori yang tersedia antara lain olahraga, perjalanan, humor, berita terkini, tari, hingga kuliner.

Cara penggunaannya cukup sederhana. Pengguna hanya perlu menggeser slider pada kategori tertentu untuk menentukan seberapa sering mereka ingin melihat jenis konten tersebut.

Apabila pengguna belum memahami isi dari suatu kategori, TikTok menyediakan tombol informasi yang dapat membantu menjelaskan cakupan topik tersebut. Sebagai contoh, kategori Creative Arts mencakup konten seperti melukis, menggambar, desain grafis, serta berbagai tutorial yang berkaitan dengan seni.

Kemudian pada tahun 2025, TikTok semakin menyempurnakan fitur Manage Topics dengan menghadirkan Smart Keyword Filters berbasis AI.

Fitur ini mampu memfilter kata kunci secara lebih cerdas dengan mengenali kata-kata yang memiliki makna serupa. Sebagai contoh, ketika pengguna memfilter kata “remodeling”, sistem TikTok juga akan secara otomatis membatasi konten yang mengandung kata “renovation” maupun “renovations”.

Baca Juga : Meta Perbarui Threads dengan Fitur Personalisasi dan Komunitas

Era Baru Algoritma yang Lebih Personal

Hadirnya fitur-fitur baru dari Threads, Instagram, dan TikTok menunjukkan bahwa media sosial sedang memasuki era baru yang lebih berpusat pada pengguna. Algoritma yang sebelumnya bekerja secara tertutup kini mulai memberikan ruang bagi pengguna untuk ikut menentukan pengalaman yang mereka inginkan.

Dengan bantuan AI, pengguna tidak hanya menjadi penonton yang menerima rekomendasi secara pasif, tetapi juga dapat berperan aktif dalam membentuk feed yang lebih relevan dengan minat dan kebutuhan mereka. Bagi banyak orang, perubahan ini menjadi langkah penting menuju pengalaman media sosial yang lebih personal, transparan, dan nyaman digunakan setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *