Meta kembali menghadirkan pembaruan baru untuk layanan pesan instannya, WhatsApp. Kali ini, perusahaan resmi mengumumkan fitur mode penyamaran untuk percakapan dengan Meta AI yang memungkinkan pengguna mengobrol secara lebih privat dan anonim.
Baca Juga : WhatsApp Tambahkan Mode Penyamaran di Obrolan Meta AI
Pengumuman tersebut disampaikan Meta pada hari Rabu. Melalui fitur baru ini, pengguna nantinya bisa memulai percakapan dengan chatbot Meta AI di dalam WhatsApp tanpa perlu khawatir isi obrolan dapat dilihat pihak lain. Menurut Meta, seluruh percakapan akan diproses di lingkungan yang aman dan dirancang untuk menjaga privasi pengguna.
Fitur ini hadir di tengah meningkatnya penggunaan AI dalam aktivitas sehari-hari. Banyak orang kini mulai memanfaatkan chatbot AI untuk mencari jawaban cepat, meminta saran, hingga mendiskusikan hal-hal yang sifatnya cukup personal. Karena itulah, Meta menilai perlindungan privasi menjadi aspek yang semakin penting.
Cara Kerja Mode Penyamaran di WhatsApp
Nantinya, pengguna bisa memulai sesi obrolan anonim hanya dengan mengetuk ikon baru yang tersedia di dalam percakapan satu lawan satu bersama Meta AI. Setelah mode penyamaran aktif, sistem akan membuat sesi obrolan yang lebih aman dan bersifat sementara.
Meta menjelaskan bahwa percakapan dalam mode ini tidak akan disimpan secara permanen. Bahkan, seluruh pesan akan otomatis hilang ketika pengguna menutup jendela obrolan.
Tidak hanya itu saja, sesi penyamaran juga akan langsung berakhir ketika aplikasi ditutup atau ponsel dikunci. Setelah sesi selesai, Meta AI disebut tidak lagi memiliki konteks dari percakapan sebelumnya.
Dengan kata lain, chatbot tidak akan “mengingat” isi percakapan yang telah dilakukan di mode privat tersebut.
Menurut Meta, fitur ini akan mulai hadir di WhatsApp dan aplikasi Meta AI mandiri dalam beberapa bulan ke depan.
AI Semakin Sering Digunakan untuk Hal Personal
Alice Newton-Rex selaku VP Produk di WhatsApp mengatakan bahwa saat ini banyak pengguna mulai menggunakan AI untuk berbagai kebutuhan pribadi. Mulai dari pertanyaan seputar kesehatan dan keuangan, hingga meminta saran untuk membalas pesan yang sulit dari teman atau rekan kerja.
“Orang-orang mulai menggunakan AI untuk segala hal, termasuk beberapa pikiran pribadi mereka. Kami pikir sangat penting untuk memberi orang kemampuan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini secara pribadi sebisa mungkin,” ujar Newton-Rex kepada TechCrunch.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana AI kini bukan hanya sekadar alat bantu pencarian informasi, tetapi juga mulai menjadi “teman diskusi” digital bagi banyak pengguna.
Karena itu, fitur privasi seperti mode penyamaran dianggap menjadi langkah yang cukup relevan di tengah meningkatnya penggunaan chatbot AI.
Meta Sudah Siapkan Infrastruktur Privasi Sejak Lama
Sebenarnya, Meta sudah mulai membangun fondasi untuk fitur AI yang lebih aman di WhatsApp sejak beberapa waktu lalu. Tahun lalu, perusahaan sempat menjelaskan mengenai infrastruktur pemrosesan pribadi yang mereka kembangkan.
Teknologi tersebut memungkinkan fitur AI tetap berjalan tanpa mengorbankan sistem enkripsi ujung-ke-ujung atau end-to-end encryption yang selama ini menjadi andalan WhatsApp.
Berkat arsitektur tersebut, WhatsApp sebelumnya juga telah menghadirkan beberapa fitur berbasis AI, termasuk ringkasan pesan otomatis.
Newton-Rex menjelaskan bahwa fitur-fitur AI sebelumnya masih menggunakan model AI berukuran lebih kecil. Namun untuk mode penyamaran terbaru ini, Meta kini memanfaatkan model AI terbaru mereka bernama Muse Spark yang baru dirilis bulan lalu.
Meta Siapkan Fitur Side Chat
Tidak berhenti sampai di situ, Meta ternyata juga sedang menyiapkan fitur lain yang masih berkaitan dengan privasi AI di WhatsApp.
Fitur tersebut bernama Side Chat. Nantinya, pengguna bisa menggunakan Meta AI langsung di dalam obrolan grup atau percakapan pribadi tanpa perlu memperlihatkan pertanyaan mereka kepada peserta lain.
Saat ini, jika ingin bertanya kepada Meta AI di dalam chat, pengguna harus melakukan tag pada pesan tertentu sehingga balasan AI dapat terlihat oleh semua anggota obrolan. Jika ingin bertanya secara pribadi, pengguna perlu menyalin teks dan membukanya di jendela chat terpisah.
Dengan hadirnya Side Chat, proses tersebut akan menjadi lebih praktis dan privat.
Tren Chatbot AI yang Semakin Mengutamakan Privasi
Meta bukan satu-satunya perusahaan yang mulai fokus pada privasi chatbot AI. Beberapa platform lain seperti ChatGPT dan Claude juga telah menghadirkan mode penyamaran atau percakapan privat.
Selain itu, perusahaan seperti DuckDuckGo dan Proton bahkan meluncurkan chatbot AI mereka sendiri dengan fokus utama pada perlindungan data pengguna.
Baca Juga : WhatsApp Siapkan Subscription Premium, Apa Bedanya?
Langkah Meta menghadirkan obrolan AI privat ini juga datang di waktu yang cukup penting. Bulan lalu, Reuters melaporkan adanya pendapat dari sejumlah pengacara yang menyebut percakapan pengguna dengan chatbot AI berpotensi digunakan dalam proses litigasi atau perkara hukum.
Karena itu, fitur privasi seperti mode penyamaran kemungkinan akan menjadi salah satu aspek yang semakin diperhatikan pengguna AI ke depannya.


