4 Cara Mengurangi Risiko Saat Beli Altcoins Bagi Pemula

Cara Mengurangi Risiko Saat Beli Altcoins Bagi PemulaBanyak pemula yang merasa penasaran dengan dunia altcoins. Setelah mencoba membeli Bitcoin atau memegang stablecoin, biasanya muncul rasa ingin bereksperimen dengan aset kripto lain. Apalagi, altcoins sering menawarkan potensi cuan yang lebih tinggi dibanding Bitcoin.

Baca Juga : 7 Cara Memahami Bitcoin dengan Benar bagi Pemula dan Investor

Namun, perlu diingat: potensi return yang besar selalu sebanding dengan risiko yang lebih tinggi. Tidak sedikit trader pemula yang akhirnya nyangkut gara-gara asal beli altcoins tanpa strategi. Sebagai trader yang sudah lebih dari 10 tahun berpengalaman di pasar saham, forex, dan crypto, saya bisa bilang satu hal: kalau tidak tahu cara mengelola risiko, altcoins bisa jadi jebakan yang berbahaya.

Nah, agar tidak salah langkah, mari kita bahas cara mengurangi risiko saat membeli altcoins dengan framework yang lebih matang.

1. Buat Portfolio Construction yang Bijak

Dalam investasi, manajemen risiko dimulai dari pembentukan portofolio. Jangan semua modal ditempatkan pada altcoins, apalagi yang baru hype sebentar.

Strategi yang cukup populer adalah Core-Satellite Strategy:

  • 70% modal ditempatkan pada aset yang relatif aman seperti Bitcoin dan stablecoins (USDT, USDC, atau BUSD).
  • 30% modal sisanya bisa dialokasikan untuk altcoins.

Dari 30% tersebut, pilihlah altcoins dengan fundamental kuat. Jangan lebih dari 5% modal di satu koin agar portofolio tetap seimbang.

Kesalahan yang sering saya lihat pada pemula adalah oversizing—misalnya menaruh 20–30% hanya pada satu altcoin yang sedang viral. Padahal, kalau altcoin itu gagal perform, kerugian bisa langsung merusak struktur portofolio.

Kuncinya: diversifikasi dan alokasi modal yang disiplin.

2. Lihat Bitcoin & Bitcoin Dominance untuk Konfirmasi

Salah satu kesalahan klasik pemula adalah asal beli altcoins tanpa melihat kondisi makro pasar crypto. Padahal, altcoin rally biasanya baru terjadi ketika Bitcoin sudah stabil atau mengalami penurunan dominasi.

  • Bitcoin Dominance naik: biasanya investor lebih banyak memilih Bitcoin sebagai “safe haven”, sehingga altcoins justru terkoreksi.
  • Bitcoin Dominance turun: inilah momen altseason, di mana altcoins punya peluang besar untuk naik karena modal mulai mengalir ke aset lain.

Jadi, jangan buru-buru FOMO beli altcoins saat Bitcoin masih memimpin pasar. Lebih baik tunggu konfirmasi dari pergerakan dominasi Bitcoin, baru masuk ke altcoins dengan posisi yang terukur.

Tips profesional: gunakan chart BTC.D (Bitcoin Dominance) sebagai salah satu alat analisis sebelum memutuskan entry di altcoins.

3. Cari Altcoins dengan Volume Tinggi

Likuiditas adalah nyawa dalam trading. Tanpa volume perdagangan yang cukup, kamu bisa terjebak dalam kondisi sulit keluar (exit) ketika harga bergerak berlawanan.

Pegang aturan sederhana: hanya beli altcoins dengan volume harian lebih dari $5 juta.

  • Volume tinggi = likuiditas terjamin → lebih mudah masuk dan keluar tanpa khawatir harga slip terlalu jauh.
  • Volume rendah = risiko slippage besar → saat menjual, harga bisa jatuh karena order book tipis.

Banyak pemula tergoda dengan altcoin “hidden gem” yang katanya punya potensi naik ribuan persen. Masalahnya, tanpa volume, potensi itu hanya angka di kertas.

Pengalaman pribadi: saya selalu menghindari altcoins dengan volume rendah, meskipun “narasi” proyeknya terlihat menjanjikan. Karena ujung-ujungnya, profit hanya nyata ketika bisa dieksekusi jadi cash.

4. Gunakan Exit Strategy yang Tepat

Membeli altcoins tanpa strategi keluar ibarat naik kapal tanpa pelampung. Ingat, sebagian besar altcoins tidak terbukti bertahan melewati siklus bear market. Berbeda dengan Bitcoin yang sudah terbukti punya daya tahan jangka panjang, altcoins bisa hilang pamor dalam hitungan bulan.

Maka dari itu, exit strategy wajib disiapkan sejak awal. Beberapa opsi yang bisa diterapkan:

  • Moonbag strategy: jual 50% ketika harga naik 100%, lalu biarkan sisanya berjalan gratis.
  • Exit grid: jual bertahap di level psikologis tertentu (misalnya setiap kenaikan 50% atau 100%).
  • Cut all at cycle top: semua altcoins sebaiknya dilepas saat pasar crypto memasuki fase euforia besar.

Kuncinya: jangan pernah jatuh cinta pada altcoin. Ingat bahwa altcoins hanyalah instrumen trading, bukan aset penyimpan nilai jangka panjang seperti Bitcoin.

Baca Juga : 4 Cara Melihat Potensi Koreksi di Market Crypto, Lengkap untuk Pemula

Kesimpulan

Membeli altcoins bisa memberi keuntungan yang signifikan, tapi risikonya juga tidak main-main. Cara paling aman untuk pemula adalah:

  1. Bangun portofolio dengan struktur yang disiplin.
  2. Pantau dominasi Bitcoin sebelum masuk ke altcoins.
  3. Pilih altcoins dengan volume tinggi agar likuiditas aman.
  4. Selalu siapkan exit strategy sejak awal.

Dengan memahami kerangka risiko ini, kamu bisa lebih tenang menghadapi dinamika market crypto. Ingat, tujuan utama seorang trader/investor bukan sekadar mengejar cuan besar, tapi bertahan jangka panjang di market yang penuh ketidakpastian.

Kalau kamu bisa menguasai seni mengelola risiko, maka keuntungan hanyalah soal waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *