Dalam dunia investasi, terutama di market crypto yang super dinamis, salah satu kesalahan fatal yang paling sering dilakukan investor baru adalah membeli altcoin yang sudah overvalue. Biasanya, ini terjadi karena tergoda FOMO, hype komunitas, atau karena melihat grafik yang terus naik dan takut ketinggalan.
Baca Juga : Harga Bitcoin dari Tahun ke Tahun: Seperti Naik Roller Coaster
Padahal, membeli aset yang sudah overvalued bisa membuat kita nyangkut di pucuk dan kehilangan momentum keuntungan yang sebenarnya bisa dihindari kalau kita tahu caranya melihat valuasi secara sederhana.
Sebagai seorang trader yang sudah lebih dari satu dekade menghadapi market crypto, forex, dan saham, saya akan berbagi cara-cara praktis untuk menilai apakah suatu altcoin sudah overvalue tanpa perlu jadi analis profesional atau jago matematika keuangan.
1. Valuasi Lebih Tinggi Dibandingkan Realisasi
Oke, ini poin paling dasar tapi sering diabaikan. Kita seringkali terlalu fokus pada harga koinnya, tapi lupa melihat apa yang sebenarnya sudah dicapai oleh proyek tersebut.
Misalnya, ada altcoin dengan market cap mencapai $1 miliar, tapi setelah dicek, revenue proyeknya cuma $100 ribu. Ini berarti rasio P/S (Price to Sales)-nya mencapai 10.000x angka yang nggak masuk akal bahkan untuk startup teknologi paling optimistis sekalipun.
Beberapa rasio sederhana yang bisa kamu perhatikan:
- FDV / TVL (Fully Diluted Valuation / Total Value Locked): Idealnya rasio ini di bawah 5x. Semakin tinggi, semakin berisiko.
- FDV / Revenue: Kalau sudah di atas 1000x, kamu patut curiga. Bisa jadi proyek ini cuma jualan mimpi.
- Active User vs Market Cap: Kalau user aktifnya sedikit tapi market cap-nya besar, itu tanda bahwa nilainya hanya berdasarkan spekulasi, bukan penggunaan nyata.
Ingat, crypto bukan cuma soal narasi. Kalau angka-angkanya terlalu jauh dari kenyataan, potensi koreksi sangat besar.
2. Jadwal Unlock Token yang Banyak, Tapi Proyek Belum Jadi Apa-Apa
Salah satu jebakan paling licik di crypto adalah tokenomics yang buruk. Banyak proyek yang terlihat bagus di luar, padahal dalamnya penuh jebakan distribusi token.
Kondisi yang perlu diwaspadai adalah ketika:
- Token baru mulai launching, tapi dalam 3–6 bulan ke depan akan ada unlock besar-besaran.
- Belum ada produk nyata, tapi tim dan investor awal sudah siap-siap untuk menjual token mereka saat unlock.
Kalau kamu lihat jadwal vesting dan ternyata dalam waktu dekat banyak token yang akan beredar di market tanpa diimbangi perkembangan produk, maka siap-siap saja harganya bisa terjun bebas.
Sebagai trader, saya selalu cek vesting schedule di situs seperti TokenUnlocks atau baca langsung whitepaper-nya. Jangan cuma percaya kata influencer.
3. Indikator Teknikal Sudah Masuk Zona Jenuh Beli
Nah, ini bagian yang sedikit teknikal, tapi masih cukup mudah untuk dipahami meski kamu bukan analis full-time.
Gunakan indikator seperti:
- RSI (Relative Strength Index)
- MACD
- Stochastic Oscillator
Lihat di timeframe besar, seperti weekly atau bahkan monthly chart. Kalau RSI sudah di atas 70 atau mendekati 80–90, dan indikator lain ikut menunjukkan sinyal overbought, maka besar kemungkinan altcoin tersebut sudah overvalue secara teknikal.
Saya pribadi sering menggunakan konfirmasi antar-indikator. Jadi misalnya RSI dan MACD sama-sama menunjukkan sinyal jenuh beli, dan harga sudah naik berlipat-lipat dalam waktu singkat, saya lebih memilih wait and see daripada nekat beli dan nyangkut.
4. Komunitas yang Terlalu Euforia dan Tidak Rasional
Euforia itu bisa menular, dan sayangnya, seringkali menjadi sinyal paling jitu bahwa pasar sudah terlalu panas.
Tanda-tanda komunitas sudah terlalu euforia:
- Semua orang di grup Telegram atau Discord bilang “Hold sampe bulan!”
- Target harga tidak realistis, misalnya altcoin seharga $0.05 ditargetkan ke $10 dalam 1 bulan
- Narasi “nggak usah jual dulu, ini baru mulai” padahal harga sudah naik 500% dalam seminggu
Sebagai trader berpengalaman, saya bisa bilang: kalau semua orang bilang beli, mungkin saatnya kamu mulai jual. Psikologi pasar itu siklus. Euforia biasanya diikuti oleh koreksi, dan itu bisa terjadi lebih cepat dari yang kamu kira.
Baca Juga : 4 Cara Cerdas Memanfaatkan Koreksi Market Crypto
Kesimpulan
Melihat altcoin overvalue tidak membutuhkan gelar sarjana ekonomi atau tools mahal. Dengan memahami beberapa logika dasar seperti rasio valuasi, jadwal token unlock, sinyal teknikal, dan sentimen komunitas, kamu sudah selangkah lebih maju dibandingkan mayoritas trader yang hanya ikut-ikutan hype.
Ingat, tugas kita bukan menebak market, tapi memahami risiko dan membuat keputusan yang terukur. Kalau kamu bisa disiplin dan sabar, justru di momen-momen seperti inilah kamu bisa menang banyak bukan karena ikut arus, tapi karena tahu kapan harus tahan diri.