Kabar terbaru datang dari OpenAI. Pada hari Senin, perusahaan ini resmi mengumumkan bahwa mereka mulai menguji coba penayangan iklan di Amerika Serikat untuk pengguna dengan paket Free dan Go.
Baca Juga : Bagaimana ChatGPT Bisa Bypass CAPTCHA dan Mengancam Keamanan Data?
Sebagai informasi, paket Go sendiri merupakan langganan berbiaya rendah yang dibanderol sekitar 8 dolar AS per bulan di wilayah AS, dan sudah diperkenalkan secara global sejak pertengahan Januari lalu. Paket ini ditujukan untuk pengguna yang ingin fitur lebih dari versi gratis, tapi dengan harga yang tetap terjangkau.
Lalu bagaimana dengan pelanggan berbayar lainnya? OpenAI memastikan bahwa pengguna di paket Plus, Pro, Business, Enterprise, hingga Education tidak akan melihat iklan sama sekali. Jadi, pengalaman premium tetap bebas dari distraksi.
OpenAI Tegaskan: Iklan Tidak Pengaruhi Jawaban
Munculnya iklan tentu menimbulkan pertanyaan. Apakah nanti jawaban ChatGPT akan dipengaruhi oleh pengiklan?
Menanggapi hal ini, OpenAI langsung memberikan klarifikasi melalui blog resminya. Mereka menegaskan bahwa:
Iklan tidak akan memengaruhi jawaban yang diberikan ChatGPT, dan percakapan pengguna tetap bersifat privat dari pengiklan.
Menurut OpenAI, tujuan dari kehadiran iklan adalah untuk mendukung akses yang lebih luas terhadap fitur ChatGPT yang semakin canggih, sekaligus tetap menjaga kepercayaan pengguna, terutama untuk tugas-tugas penting dan personal.
Dengan kata lain, iklan hadir sebagai sumber pendapatan tambahan, bukan sebagai alat untuk mengarahkan jawaban AI.
Jadi Sorotan, Bahkan Disindir Kompetitor
Langkah ini sebenarnya sudah diumumkan bulan lalu. Namun, kehadiran iklan di platform AI memicu reaksi beragam, termasuk dari kompetitor.
Anthropic, salah satu rival utama OpenAI, bahkan menyinggung hal ini lewat serangkaian iklan Super Bowl yang tayang pada hari Minggu. Dalam iklan televisinya, Anthropic menggambarkan chatbot AI dengan ekspresi datar yang memberikan saran sambil menyisipkan iklan yang tidak relevan. Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas: iklan bisa merusak pengalaman pengguna.
Menanggapi sindiran tersebut, CEO OpenAI Sam Altman menyebut iklan itu sebagai “tidak jujur” dan menyebut Anthropic sebagai perusahaan yang otoriter. Respons ini menunjukkan betapa sensitifnya isu iklan dalam ekosistem AI saat ini.
Kekhawatiran Pengguna Soal Netralitas
Sejauh ini, sebagian konsumen memang belum sepenuhnya menerima ide adanya iklan dalam respons AI. Tahun lalu, OpenAI sempat mendapat kritik saat menguji fitur rekomendasi aplikasi yang dinilai mirip iklan tidak diinginkan.
Meski begitu, di balik kontroversi tersebut ada realitas bisnis yang tidak bisa diabaikan. Mengembangkan teknologi AI canggih membutuhkan biaya besar. Infrastruktur komputasi, riset model, hingga ekspansi bisnis tentu memerlukan sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Namun demikian, kekhawatiran tetap muncul. Banyak pihak takut iklan akan memengaruhi jawaban ChatGPT. OpenAI kembali membantah hal ini. Mereka menyatakan bahwa iklan akan dioptimalkan berdasarkan “apa yang paling membantu pengguna” dan selalu diberi label jelas sebagai konten bersponsor, terpisah dari jawaban organik.
Bagaimana Cara Kerja Iklannya?
Dalam tahap uji coba, OpenAI mencoba mencocokkan iklan dengan topik percakapan, riwayat chat, serta interaksi pengguna sebelumnya terhadap iklan.
Sebagai contoh, jika seseorang sedang mencari resep masakan, ia mungkin akan melihat iklan layanan pengantaran bahan makanan atau meal kit. Meski demikian, OpenAI menegaskan bahwa pengiklan tidak memiliki akses ke data percakapan pengguna. Mereka hanya menerima informasi agregat seperti jumlah tayangan dan klik.
Pengguna juga diberi kontrol lebih. Nantinya, mereka dapat:
-
Melihat riwayat interaksi dengan iklan
-
Menghapus riwayat tersebut kapan saja
-
Menutup atau menyembunyikan iklan
-
Memberikan masukan
-
Melihat alasan mengapa sebuah iklan ditampilkan
-
Mengatur preferensi personalisasi iklan
Baca Juga : DeepSeek VS ChatGPT, Mending Pilih Yang Mana?
Ada Batasan yang Ditetapkan
OpenAI juga menetapkan sejumlah aturan ketat. Iklan tidak akan ditampilkan kepada pengguna di bawah usia 18 tahun. Selain itu, iklan tidak akan muncul di dekat topik sensitif atau yang diatur secara ketat, seperti kesehatan, politik, maupun kesehatan mental.
Dengan berbagai pembatasan dan transparansi ini, OpenAI mencoba menjaga keseimbangan antara kebutuhan bisnis dan kepercayaan pengguna.
Kini pertanyaannya, apakah model monetisasi lewat iklan ini akan diterima luas oleh pengguna AI? Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, langkah ini menandai babak baru dalam perkembangan ChatGPT sebagai platform yang semakin matang secara teknologi sekaligus bisnis.


