WhatsApp dikenal sebagai aplikasi pesan instan yang mengutamakan keamanan, salah satunya melalui sistem end-to-end encryption (E2EE). Tak hanya pesan yang sedang dikirim, cadangan chat atau backup WhatsApp juga dilindungi dengan lapisan enkripsi yang cukup ketat.
Baca Juga : WhatsApp Tingkatkan Keamanan Backup dengan Teknologi Passkey Terbaru
Di sinilah peran wa-crypt-tools, sebuah solusi open-source yang dirancang untuk menangani enkripsi dan dekripsi cadangan WhatsApp secara aman dan terkontrol.
Apa Itu wa-crypt-tools?
wa-crypt-tools adalah sekumpulan alat berbasis open-source yang tersedia di GitHub dan dikembangkan oleh ElDavoo. Tools ini memungkinkan pengguna untuk melakukan proses dekripsi dan enkripsi file cadangan WhatsApp dan WhatsApp Business dengan format .crypt12, .crypt14, dan .crypt15.
Namun perlu dicatat, proses ini hanya bisa dilakukan jika pengguna memiliki file key atau kunci sepanjang 64 karakter yang sesuai. Tanpa kunci tersebut, file cadangan WhatsApp tetap tidak bisa dibuka, sejalan dengan konsep keamanan E2EE yang diterapkan WhatsApp.
Secara teknis, hasil dekripsi backup WhatsApp akan berupa database SQLite atau arsip ZIP yang berisi riwayat chat, media, dan metadata lainnya. Dengan format ini, data menjadi lebih mudah dianalisis atau dipulihkan sesuai kebutuhan.
Mengapa Tools Ini Dibutuhkan?
Cadangan WhatsApp yang terenkripsi memang aman, tetapi di sisi lain juga menyulitkan pengguna ketika ingin mengakses data secara mandiri, misalnya untuk kebutuhan forensik, penelitian, atau pemulihan data.
wa-crypt-tools hadir sebagai solusi untuk menyederhanakan akses ke backup WhatsApp tanpa harus mengorbankan prinsip keamanan. Tools ini juga sudah mendukung format modern dengan integrasi protobuf, sehingga kompatibel dengan versi backup WhatsApp terbaru.
Untuk analisis yang lebih mendalam, wa-crypt-tools sering dipasangkan dengan suite forensik lain seperti whapa, terutama oleh praktisi keamanan siber dan peneliti digital.
Cara Menggunakan wa-crypt-tools
Salah satu keunggulan wa-crypt-tools adalah fleksibilitas dalam metode penggunaannya. Pengguna bisa menjalankannya tanpa perlu setup rumit di perangkat lokal.
1. Menggunakan Google Colab
Bagi pengguna non-teknis atau yang ingin solusi cepat, Google Colab menjadi opsi praktis. Tools ini tersedia dalam bentuk notebook berbasis browser, sehingga bisa langsung digunakan tanpa instalasi. Metode ini cocok untuk pengujian singkat atau alur kerja berbasis cloud.
2. Instalasi Lokal
Untuk penggunaan lokal, wa-crypt-tools dapat diinstal melalui pip dengan perintah:
python -m pip install wa-crypt-tools
Perintah tersebut akan menginstal versi stabil. Jika ingin mencoba versi pengembangan, pengguna bisa langsung menginstalnya dari URL GitHub.
Bagi data scientist atau peneliti yang terbiasa dengan lingkungan interaktif, penggunaan Jupyter Notebook juga sangat disarankan karena lebih fleksibel untuk eksplorasi data.
Proses Dekripsi dan Enkripsi Backup
Fitur utama wa-crypt-tools terletak pada kemampuannya melakukan dekripsi backup WhatsApp. Perintah yang paling sering digunakan adalah:
wadecrypt encrypted_backup.key msgstore.db.crypt15 msgstore.db
Dengan perintah tersebut, file .crypt15 akan diubah menjadi file SQLite yang bisa dibaca, asalkan kunci Crypt15 sudah dimuat dengan benar.
Sementara itu, fitur enkripsi (waencrypt) masih berada dalam tahap beta. Untuk hasil yang lebih stabil, pengguna disarankan menggunakan file crypt15 referensi, seperti pada contoh berikut:
waencrypt –reference msgstore.db.crypt15 key msgstore.db new.crypt15
Selain itu, tersedia juga utilitas tambahan seperti:
-
wainfo untuk memeriksa detail backup
-
wacreatekey untuk menghasilkan kunci baru
-
waguess untuk percobaan brute-force (dengan batasan tertentu)
Penggunaan di Dunia Keamanan Siber
Di kalangan profesional keamanan siber, wa-crypt-tools banyak dimanfaatkan untuk mobile forensics. Tools ini membantu mengekstrak bukti digital dari perangkat Android yang sudah di-root, khususnya dari direktori:
/data/data/com.whatsapp/files/key
Tak hanya itu, beberapa penelitian akademik juga mengutip wa-crypt-tools untuk menganalisis fitur seperti disappearing messages dan potensi injection attack pada aplikasi dengan E2EE.
Tutorial penggunaan tools ini pun cukup banyak ditemukan di YouTube dan forum seperti XDA, terutama untuk memulihkan file .crypt15 menggunakan metode ADB pull.
Menariknya, wa-crypt-tools juga mendukung file .mcrypt1 dari Google Drive, meskipun fitur ini belum didokumentasikan secara resmi.
Batasan dan Rekomendasi Keamanan
Penting untuk dipahami bahwa tidak ada proses dekripsi tanpa kunci. Password hanya berfungsi untuk melindungi pengambilan kunci dari server WhatsApp, bukan untuk membuka file backup secara langsung.
Saat ini, kompatibilitas wa-crypt-tools terakhir diuji pada WhatsApp versi 2.24.x. Beberapa isu seperti kegagalan dekripsi crypt15 masih dilaporkan, meskipun bisa diatasi dengan force flags atau bantuan langsung dari developer melalui Telegram.
Para ahli merekomendasikan penggunaan backup E2EE tanpa password, pengelolaan kunci secara mandiri menggunakan wacreatekey, serta penyimpanan kunci yang aman agar tidak terdampak rotasi kunci dari WhatsApp.
Baca Juga : Serangan GhostPairing Baru Bikin WhatsApp Rentan Diretas Cukup Pakai Nomor HP
Secara keseluruhan, wa-crypt-tools membuktikan bahwa analisis forensik yang etis bisa dilakukan tanpa harus merusak sistem keamanan WhatsApp. Tools ini justru menegaskan betapa kuatnya enkripsi WhatsApp ketika kunci tetap dijaga dengan benar.
Bagi peneliti, profesional keamanan, maupun pengguna tingkat lanjut, wa-crypt-tools menjadi jembatan antara keamanan data dan kebutuhan analisis yang sah.


