Microsoft kembali membawa peningkatan penting di sisi keamanan Windows. Kali ini, perusahaan asal Redmond tersebut resmi memperkenalkan BitLocker dengan akselerasi hardware, sebuah pembaruan besar yang dirancang untuk menghilangkan masalah penurunan performa akibat proses enkripsi, khususnya pada perangkat modern yang sudah menggunakan storage NVMe berkecepatan tinggi.
Baca Juga : Microsoft Umumkan Risiko BitLocker Recovery Setelah Update Windows Terbaru
Langkah ini menjawab kekhawatiran banyak pengguna Windows, terutama mereka yang menjalankan beban kerja berat seperti gaming, editing video, hingga kompilasi kode. Selama ini, enkripsi sering dianggap aman, tapi “mahal” dari sisi performa. Nah, dengan pendekatan baru ini, Microsoft mencoba mengubah anggapan tersebut.
Tantangan Performa di Era NVMe
Seiring berkembangnya teknologi penyimpanan, NVMe (Non-Volatile Memory Express) kini mampu menghadirkan kecepatan baca dan tulis yang jauh lebih tinggi dibanding SSD generasi sebelumnya. Transfer data jadi super cepat, waktu loading makin singkat, dan respons sistem terasa instan.
Namun, ada satu tantangan besar yang muncul. BitLocker versi lama masih mengandalkan enkripsi berbasis software, di mana proses enkripsi dan dekripsi data dilakukan langsung oleh CPU. Ketika kecepatan storage semakin tinggi, beban kerja CPU pun ikut meningkat karena harus memproses data dalam jumlah besar secara real-time.
Akibatnya, muncul bottleneck performa. Pada skenario tertentu, enkripsi bisa menghabiskan banyak siklus CPU, sehingga performa sistem menurun. Dampaknya bisa terasa cukup jelas saat melakukan tugas berat seperti rendering video resolusi tinggi, kompilasi proyek besar, atau bermain game yang menuntut performa maksimal.
BitLocker dengan Akselerasi Hardware

Untuk mengatasi masalah tersebut, Microsoft memperkenalkan hardware-accelerated BitLocker. Pendekatan ini memindahkan sebagian besar beban enkripsi dari CPU utama ke engine kriptografi khusus yang sudah tertanam di dalam System on Chip (SoC) modern.
Alih-alih CPU bekerja ekstra, tugas enkripsi kini ditangani oleh hardware yang memang dirancang khusus untuk itu. Hasilnya, performa sistem bisa tetap optimal tanpa mengorbankan keamanan data.
Secara teknis, teknologi ini membawa beberapa perubahan penting:
| Fitur | Cara Kerja |
|---|---|
| Crypto Offloading | Proses enkripsi dipindahkan dari CPU ke engine kriptografi khusus di dalam SoC |
| Hardware-Protected Keys | Kunci enkripsi “dibungkus” dan dilindungi langsung oleh hardware, bukan hanya disimpan di memori sistem |
| Default XTS-AES-256 | Algoritma XTS-AES-256 otomatis digunakan pada perangkat yang mendukung |
| Admin Verification | Perintah manage-bde -status kini dapat mendeteksi mode akselerasi hardware |
Dengan mekanisme ini, BitLocker tidak lagi menjadi beban berat bagi CPU, bahkan saat storage bekerja pada kecepatan maksimal.
Keamanan Lebih Kuat, Performa Tetap Ngebut
Pendekatan baru ini memberikan dua keuntungan utama. Pertama, crypto offloading membebaskan CPU dari tugas enkripsi dalam jumlah besar. CPU pun bisa fokus menjalankan aplikasi lain, yang pada akhirnya meningkatkan performa keseluruhan sistem dan bahkan membantu efisiensi daya, terutama pada laptop.
Kedua, penggunaan hardware-protected keys membuat kunci enkripsi BitLocker terlindungi langsung oleh hardware. Ini mengurangi risiko eksploitasi celah keamanan pada CPU atau memori, sekaligus melengkapi perlindungan yang sudah ada melalui Trusted Platform Module (TPM).
Dengan kata lain, keamanan meningkat, tapi tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna.
Kapan Fitur Ini Tersedia?
BitLocker dengan akselerasi hardware mulai tersedia melalui pembaruan September 2025 untuk Windows 11 versi 24H2 dan 25H2. Fitur ini akan aktif secara otomatis pada perangkat yang memenuhi syarat, yaitu:
-
Menggunakan storage NVMe
-
Memiliki SoC yang mendukung engine kriptografi
-
Secara default menggunakan algoritma XTS-AES-256
Untuk tahap awal, dukungan tersedia pada perangkat Intel vPro dengan prosesor Core Ultra Series 3. Microsoft juga mengonfirmasi bahwa dukungan untuk vendor dan platform lain akan menyusul.
Lebih Ringan untuk CPU
Berdasarkan hasil pengujian internal, performa storage dengan hardware-accelerated BitLocker kini mendekati kecepatan NVMe tanpa enkripsi. Ini merupakan lompatan besar dibandingkan BitLocker versi software.
Microsoft mencatat adanya penurunan penggunaan siklus CPU hingga sekitar 70%. Dampaknya tidak hanya terasa pada kecepatan baca-tulis, baik sequential maupun random, tetapi juga pada daya tahan baterai, terutama untuk perangkat mobile.
Cara Mengecek Apakah Fitur Sudah Aktif
Pengguna yang ingin memastikan apakah BitLocker di perangkatnya sudah menggunakan akselerasi hardware bisa melakukannya dengan mudah. Cukup buka Command Prompt sebagai administrator, lalu jalankan perintah:
manage-bde -status



